Honda Test Drive Collection

Apakah Anda loyalis Honda? Atau ingin beli mobil bekas Honda tapi belum paham spesifikasinya? Sebagai jawabannya, Auto Bild Indonesia meluncurkan e-magazine bertajuk Auto Drive yang sudah memasuki volume ke-2. Auto Drive volume 2 memuat semua tes yang pernah dilakukan pada produk mobil Honda. Baik itu berlabel First Impression, First Drive, hingga Test Drive. Tersaji lengkap berikut boks spesifikasi, data pengetesan, hingga kelebihan dan kelemahannya.

Produk yang ditampilkan juga terbilang komplet. Sejak dari tahun produksi 2008 hingga 2014. Mulai dari Freed, City, Civic, Accord, Odyssey, CR-V, Brio sampai dengan Jazz. Bahkan tak ketinggalan produk fenomenal di sektor LCGC yakni Brio Satya dan jagoan baru Honda di sektor Compact MPV yakni Mobilio. Nah, bagi Anda penggemar mobil Honda, e-magz ini jelas sebuah pilihan menarik untuk dikoleksi.

Anda bisa paham seluk beluk berbagai produk Honda cukup dengan membukanya di gadget. Bagi Anda yang ingin membeli mobil bekas Honda, artikel yang ada di dalamnya juga merupakan referensi terpercaya yang bisa diandalkan. Anda dapat membeli Auto Drive Volume 2 di Scoop atau Wayang Force. Bisa pula di toko buku digital lainnya seperti Scania dan Majalah Indonesia. Harganya pun sangat terjangkau, hanya Rp 14.000. Dan perlu diingat, tidak ada versi cetaknya.

Pai Keju Daging Untuk 17 buah ala Catering Kantor Jakarta

Pai Keju Daging Untuk 17 buah ala Catering Kantor Jakarta

Bahan Kulit: 100 gr margarin 1/2 sdt garam 1 bh kuning telur 200 gr tepung terigu protein sedang 25 gr keju cheedar parut 1/2 sdm susu cair 1/2 sdt baking powder

Bahan Isi: 200 ml susu cair 75 gr keju cheddar parut 1/4 sdt garam 1 bh kuning telur 25 gr maizena, larutkan dengan 50 ml susu 1 sdm margarin 2 lbr daging burger, potong-potong kecil 100 gr keju cepat leleh

Cara Membuat: 1. Kulit, campur margarin, telur, tepung terigu, susu, keju, baking powder dan garam. Aduk sampai berbutir-butir. 2. Giling tipis adonan. Cetak di dalam cetakan pai kecil. Tusuk-tusuk dengan garpu. 3. Oven dengan api bawah pada suhu 160 derajat Celsius, 10 menit sampai setengah matang. Sisihkan. 4. Isi, rebus susu cair, keju, dan garam sambil diaduk di atas api kecil sampai keju larut. Matikan api. Masukkan telur. Aduk cepat. Nyalakan kembali. 5. Masukkan larutan maizena. Masak sambil diaduk sampai meletup-letup. Angkat. 6. Tambahkan margarin. Aduk rata. Masukkan daging burger. Aduk rata. 7. Tuang ke atas pai. Taburi keju. Oven dengan suhu 180 derajat Celsius, 20 menit sampai keju meleleh.

Sus Wijen Isi Jamur Untuk 38 buah

Bahan: 250 ml air 125 gr margarin 1/2 sdt garam 1/2 sdt gula pasir 150 gr tepung terigu protein sedang 2 sdt wijen hitam 200 gr telur

Bahan Isi: 3 siung bawang putih, cincang 150 gr jamur tiram, cincang kasar 3 sdm tepung terigu 3 sdm susu bubuk, larutkan bersama 350 ml kaldu ayam 2 bh sosis sapi, potong kotak kecil 1/8 sdt garam 1/4 sdt merica bubuk 1/8 sdt gula pasir 2 sdm margarin, untuk menumis

Cara Membuat: 1. Masak air, margarin, gula pasir, dan garam sampai terlihat mendidih. Lalu Matikan api. Masukkan tepung terigu sedikit-sedikit. Aduk rata. Nyalakan api kembali. Aduk hingga kalis. Aduk rata. Angkat. Dinginkan. 2. Tambahkan telur sedikit-sedikit sambil dikocok rata. Masukkan adonan ke dalam plastik segitiga tanpa spuit. Semprotkan adonan ke dalam loyang yang sudah diolesi margarin. 3. Oven dengan api bawah pada suhu 200 derajat Celsius, 35 menit hingga matang. Dinginkan. 4. Tumis bawang putih sampai harum. Masukkan jamur. Aduk sampai setengah layu. Masukkan tepung terigu. Aduk hingga berbutir. 5. Tuang campuran susu sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga meletup-letup. 6. Masukkan jamur, sosis sapi, garam, merica, dan gula. Aduk kembali. Angkat. 7. Belah sus tidak putus. Semprotkan isi.

MARQUEZ & ROSSI Kompak Pilih Ban

MARQUEZ & ROSSI Kompak Pilih Ban – Pteknis saja, melainkan kreativitasnya. ada ronde lima MotoGP di sirkuit Le Mans, Perancis (19/5) para pembalap diuji bukan hanya dari kesiapan Terkait dengan kondisi cuaca di Le Mans yang kerap tidak terduga, apalagi kelembaban udara sedang tinggi sepanjang akhir pekan tersebut. Mulai dari cuaca cerah, hujan gerimis dan tiba-tiba hujan deras kerap mengguyur sirkuit sepanjang 4,18 km itu. Kreativitas diuji untuk bisa memilih ban yang tepat selama lomba. Seperti dilakukan Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha MotoGP) di sesi kualifikasi pertama(Q1). Penampilan Rossi memang tidak begitu impresif di semua sesi latihan bebas. Ia memilih menyiapkan motor agar sehat saat kondisi basah ataupun kering. Saat Q1 (18/5) baru dimulai, hujan baru reda dan sirkuit masih basah. Setelah agak kering, pembalap 40 tahun itu langsung memakai ban slick dan mencatat waktu tercepat. “Cukup efektif dan beruntung, karena setelah saya mendapatkan waktu tersebut hujan kembali turun,” ujarnya. Saat masuk ke Q2, ia langsung menggunakan ban basah sejak awal dan menempati grid lima untuk memulai lomba. Rossi pun punya kesiapan matang di kondisi basah atau kering. Jadi saat race day, ia lebih siap di kedua kondisi.

Demikian juga dengan Marc Marquez (Repsol Honda Team) yang mempertimbangkan strategi untuk dua kondisi cuaca. Pilihan ban Marquez dan Rossi saat sesi warm up juga kerap ditiru pembalap lain. Benar saja, saat balapan kondisi lintasan lembab kian mengering dan ban kompon lunak jadi favorit banyak pembalap. LATE BRAKING Kombinasi ban kompon lunak di sirkuit yang suhunya rendah memang jadi pilihan tepat. Tapi di separuh balapan, pasti suhu aspal akan makin meningkat. “Maka strategi paling benar adalah mengandalkan pengereman,” kata Marquez. “Di awal balapan, saya mengerem agak lebih jauh untuk menghemat ban, setelah aspal makin kering baru menggunakan teknik late braking untuk mempertajam waktu. Ini berguna untuk menjaga kondisi ban stabil sampai balapan selesai,” tambahnya. Namun pembalap asal Spanyol ini mendapatkan perlawanan yang cukup kuat dari Jack Miller (Pramac Racing) di 10 lap pertama. Marquez hanya meladeninya, tanpa memikirkan bagaimana cara membuka jarak yang signifikan. Setelah ‘menyiksa’ ban Ducati Desmosedici GP19 milik Miller, membuat performa pembalap asal Australia itu menurun. Giliran Marquez diburu duo Mission Winnow Ducati Team, Andrea Dovizioso dan Danilo Petruci. “Di Le Mans tahun lalu, saya kalah tenaga oleh Ducati di banyak sektor. Di tahun ini, setelah mereka mendekatiku, saya merasa ada peluang untuk meninggalkanya dan melepaskan semua kekuatan asli dari Honda RC213V yang sudah ditingkatkan. Hasilnya bagus, saya jauh lebih cepat di penghujung balapan dan mengalahkan tiga Ducati sekaligus,” papar Marquez.

Perbedaan performa Marquez di awal balap dan menjelang akhir memang dirasakan benar oleh Dovizioso. Tidak biasanya ia ditinggal jauh oleh Marquez saat di trek lurus, ini lah yang membuatnya lebih fokus untuk mengamankan podium dua. Sementara itu, podium ketiga menjadi milik Petrucci. Torehan pertama kalinya di musim ini Ducati meraih podium ganda, juga sebagai tim pertama yang mendominasi podium. “Jelas ini adalah hasil yang sudah saya inginkan yaitu meraih podium di tim Ducati pabrikan dan berhasil mempersembahkannya hari ini,” ujar Petrucci. “Tahun lalu saya juga tampil cepat di Le Mans, dan mempertahankan podium di LeMans jelas adalah sebuah hasil yang sudah saya targetkan. Marquez sangat kuat, begitu juga dengan Dovi. Yamaha tidak bisa disepelekan, meski mereka menyerah di penghujung balapan,” lanjutnya. Marquez kini masih di puncak klasemen sementara dengan 95 point, Dovizioso naik ke peringkat kedua dengan selisih delapan angka dari Marquez dan Alex Rins (Team Suzuki Ecstar) yang finish di posisi 10 harus puas turun ke peringkat tiga dengan 75 point.

MASIH SULIT DENGAN MOBIL BARU

MASIH SULIT DENGAN MOBIL BARU – Formula E musim 2018/2019 jadi musim dengan perubahan siginifikan bagi balap formula listrik ini. Mulai bentuk mobil, regulasi balap dan teknis. Makanya tak heran beberapa pembalap yang sudah senior pun kini berlaga seperti rookie yang belajar dari awal lagi. Misalnya dengan tata cara lomba yang tadinya menggunakan sistem lap dan mengganti mobil tiap 50% dari total jumlah lap, kini hanya menggunakan satu mobil saja. Balapan pun dihitung dengan total 45 menit dan satu lap tambahan sebagai penentu. Juga Attack mode, sebuah zona yang memberikan tambahan tenaga bagi mobil yang melintasinya. Namun, zona tersebut berada di luar racing line, sehingga harus lebih pintar dalam menentukan strategi. “Saya merasakan banyak tantangan di musim ini. Jelas bukan hal mudah menyesuaikan diri dengan mobil dan regulasi yang baru,” ujar Jean Eric Vergne, pembalap DS Techeetah yang sudah ikut Formula E sejak musim pertamanya.

Baca Juga : Judi Via Pulsa

TAK TERDUGA Pembalap yang bisa disapa JEV ini juga merupakan juara dunia Formula E 2017/2018, melihat banyak perbaharuan. Ia pun sempat ragu untuk menargetkan diri mempertahankan gelar. Benar saja, jalannya balapan kerap tak terduga dengan delapan pemenang dari delapan balapan yang digelar. Perbedaan pemenang itu disebabkan karena beberapa hal. Misalnya, lebar sirkuit jalan raya yang berbeda di setiap negara, jadi alasan utama. Jadi titik untuk ambil alih posisi akan lebih sempit. Jadi siapa yang dapat front row saat start, balapan sudah selesai separuh jalan baginya. Hal lainnya, pembalap di posisi terdepan kerap tidak bisa melakukan slipstreaming. Kerja mobil jadi lebih berat dan baterai lebih boros. Saat kondisi mobil pembalap terdepan sudah melemah, jelas itu jadi celah utama untuk overtaking dan jadi pemenang di lap terakhir bagi pembalap lain. Masalah ini dipahami betul oleh Pascal Wehrlein (Mahindra Racing) saat ronde ketiga di Chili. Saat ia kehilangan kemenangan di sana dan harus finish di posisi kedua dengan mobil yang kehabisan daya. Nah sekarang Formula E menyisakan empat ronde di tiga negara. Balap berikutnya di Berlin, Jerman (25/5) jadi kans besar untuk Andre Lotterer (DS Techeetah) untuk ambil alih peringkat puncak klasemen dari JEV. Apalagi ini adalah home race bagi pembalap 37 tahun tersebut. “Angka di klasemen sangat tipis. Peluang saya untuk menempati peringkat teratas kembali terbuka lebar saat home race saya nanti,” tutur Lotterer. Ia dan JEV hanya berjarak satu angka di klasemen, sehingga belum bisa diprediksi siapa yang punya kans kuat sebagai juara dunia. Ini karena ketatnya persaingan dan pemenang yang berbeda tiap ronde, sehingga juara dunia baru bisa diperkirakan saat memasuki dua ronde terakhir di Amerika Serikat (13-14/7).