Investasi Pabrik Gula Bag2

Mereka juga akan menanam bibit tebu dari Parigi Moutong di India,” katanya. Menurut Samsurizal, jika pembangunan pabrik gula terealisasi, akan menyerap banyak tenaga kerja. “Namun saya tidak mau investor mengimpor tenaga asing. Kalau tenaga ahli, tidak apa-apa. Jika mereka sampai mengimpor tenaga asing, akan saya tolak. Saya minta mereka untuk menggunakan tenaga kerja lokal,” ujarnya tegas.

Wakil Bupati Badrun Nggai menyatakan pembangunan pabrik gula di Parigi Moutong sekurangnya membutuhkan lahan hingga 50 ribu hektare. Kesiapan pembangunan tersebut membutuhkan infrastruktur pendukung, salah satunya pasokan listrik. “Kami sedang upayakan karena pembangunan pabrik gula amat menjanjikan bagi upaya penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ucap Badrun.

Saat Flu Jantung Berdebar

Dokter rifan, anak saya (4) belum lama ini terkena flu. Suhu badannya mencapai 38 C. Saat beru setengah hari terkena flu, saya langsung bawa ke dokter. Tetapi sudah tiga hari belum sembuh juga. Lalu kenapa jantung nya berdebar sangat kencang sekali? Karena takut, akhirnya saya bawa ke dokter lagi. Ternyata dokter bilang kalau flu dan panas memang seperti itu.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

Padahal selama ini, kalau dia sakit flu belum pernah mengalami hal seperti itu, dok. Untungnya setelah diberi antibiotik, setelah 3 jam jantungnya sudah tidak berdebar kencang lagi. Apakah jantung berdebar bisa terjadi lagi saat ia sakit yang sama? Saya menantikan jawaban dokter. Rina – kudus saat terkena infeksi seperti batuk pilek/ common cold/selesma sering kali terjadi demam yang bervariasi mulai demam ringan ( > 37,5-38 C ) hingga cukup tinggi (> 38 C ).

Demam terjadi akibat reaksi imunologis sebagai bentuk perlawan an sistem imun tubuh terhadap benda asing termasuk virus yang masuk ke dalam tubuh. Saat terjadi demam, ritme kerja beberapa organ vital tubuh seperti jantung akan meningkat dalam rangka memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh yang juga meningkat akibat kondisi demam.

Karena itulah, denyut jantung akan meningkat yang secara fisik akan terlihat penderita jadi lebih berdebar-debar. Hal tersebut normal. Denyut jantung akan kembali normal saat demam mereda. Namun demikian, beberapa obat pilek dapat juga menimbulkan gejala berdebar seperti golongan efedrin, pseudoefedrin, dan lain-lain. Jadi sebenarnya mungkin bukan antibiotik yang menyebabkan menurunnya gejala berdebarnya.

Panduan Pilih Panty Liner

Salah satu yang cukup mengganggu pada trimester 3 ialah keluarnya banyak sekresi vagina. Supaya bisa lebih nyaman beraktivitas, mamil bisa menggunakan panty liner. Namun, sebaiknya pilih jenis panty liner yang tidak beraroma. “Jenis panty liner berparfum bisa mengiritasi kulit yang sensitif,” kata ‘r.b.athryn 0ercer, dokter spesialis obgin dari 3alo $lto, California. Selain itu, aroma kimiawi ini juga membuat vagina jadi lebih rentan terhadap infeksi jamur ataupun infeksi saluran kemih. Jadi, sebaiknya pilih yang tanpa parfum dan pastikan mamil rajin menggantinya.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Satu Ismail, Lima Disertasi Bag5

Pola semacam ini ditemui dalam lima disertasi itu. Menurut seorang doktor dari Tim Evaluasi Kinerja Akademik, seharusnya tiap bab sewajarnya dikerjakan berurutan sesuai dengan arahan dari pembimbing dan promotor, bukan malah melompat. ”Bahkan ada disertasi yang dibuat hanya beberapa hari sebelum bersidang,” katanya. Disertasi yang ia maksud salah satunya milik Sarifuddin Safaa. Ia melakukan ujian terbuka pada 29 Juli 2016.

Bab IV disertasinya dibuat pada 22 Juli 2017 dan bab V dikerjakan pada 20 Juli 2017. Isi disertasi mereka pun mirip. Kalimatkalimat di bagian metode penelitian di bab III milik Nur Alam, yang disimpan lewat fle bernama ”Bab III pak gub.doc”, mirip dengan disertasi Nur Endang Abbas.

Willis Tak Bisa Ditinggal Mama

Begitu lekatnya Willis dengan sang mama sampai –sampai ia tak bisa tidur jika mamanya tak ada. “Kalau ada anak yang tidak mau lekat dengan mamanya itu aneh,” ujar Winda. Sejak menikah dengan Winda Viska Ria tinggal di Tanjung Pinang, kampung halaman sang suami. Tetapi, ia tetap sering bolak-balik (32) pindah dari Jakarta dan Mulyadi Tan (30), Tanjung Pinang–Jakarta untuk melakukan pekerjaan.

Baca juga : Kursus Bahasa Jepang di Jakarta Selatan

Salah satunya, menjadi juri pada ajang pencari bakat menyanyi anak-anak, “Idola Cilik”. Nah, karena jaraknya cukup jauh, ia pun membawa buah hatinya, Willis Mulya Tan (14 bulan) bolak-balik Tanjung Pinang–Jakarta. “Soalnya dia masih menyusu ASI dan maunya menyusu langsung, tidak mau dari botol,” kata penyanyi “Indonesian Idol” angkatan pertama ini. Selain itu, tambah Winda, Willis sangat lekat dengannya sehingga tak mungkin ditinggal di rumah.

“Saya hanya sekali meninggalkannya sehari, setelah itu dibawa terus karena kasihan tidak bisa tidur dan rewel,” papar pemeran Saschya dalam sinetron komedi “2? ce Boy” ini. “Bagaimana mau ditinggal? Willis tidak mau kehilangan bau mamanya saat tidur,” sambung Winda. Soalnya, dua jam saja dia kehilangan bau mamanya, dia akan bangun dan tidak bisa tidur. Walhasil, Winda harus terus berada di sampingnya. Kelekatan ini membuat Winda menerima banyak komentar miring.

“Lekat sekali, pantesan tidak mau digendong orang lain!” ucap Winda menirukan komentar yang pernah didengarnya. Winda santai, ia berprinsip, wajar jika Willis dekat dengan mamanya. “Kalau tidak mau dekat dengan mamanya, itu yang aneh,” tukas Winda. Menurut Winda, kelekatan anak dengan mamanya bagus untuk menumbuhkan sifat positif anak. “Apalagi Willis belum dua tahun,” ujar pelantun lagu “Kutemukan Penggantinya” ini. Namun demikian, Winda punya target untuk perlahan meredakan kelekatan ini. Salah satu caranya, mengajari Willis tidur di kamarnya sendiri. “Dua atau tiga bulan lagi, mudah-mudahan Willis mulai bisa tidur sendiri,” harap Winda.

Sumber : https://eduvita.org/

 

Misteri Neraka di Gunung Padang Bag6

Tapi beberapa rekayasa visual itu masih tampak kental bikinan komputer. Contohnya adegan runtuhnya bebatuan yang kemudian menutup pintu masuk Gunung Padang. Sampai sekarang, Gunung Padang masih menjadi perdebatan ilmiah. Masih menjadi kontroversi, misalnya, apakah rongga di dalam perut Gunung Padang sebuah man-made (buatan manusia) atau tercipta oleh alam. Dua pihak saintis yang berseberangan, yang melibatkan geolog, arkeolog, dan vulkanologi, berargumentasi dengan keahlian dan metode masing-masing. Sesungguhnya debat tentang Gunung Padang sangat ilmiah dan dinamis. Tapi, di tengah itu, tiba-tiba ada sebuah flm yang menampilkan Gunung Padang sebagai sarang iblis. Ia adalah gerbang neraka. Entah apa komentar para geolog dan arkeolog.

Waswas Juga Kala Anak Sakit

Meski berprofesi sebagai dokter, Reisa tetap waswas kala buah hatinya sakit.  “Ya, saya tetap perlu berkonsultasi ke dokter lain,” aku Broto Asmoro apa yang dilakukan jika si kecil, (29) tentang dr. Reisa Ramania Putri Brotoasmoro (9 bulan), jatuh sakit. Ditemui di sela-sela kesibukan nya kala pengerjaan program “Dr. OZ Indonesia”, Reisa pun bercerita betapa cemas dirinya kala sang buah hati mengalami demam.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

“Waktu itu Anya (panggilan sayang untuk buah hatinya, Red.) demam tinggi. Karena tidak turun-turun, saya jadi waswas, akhirnya Anya pun dibawa ke dokter spesialis anak,” cerita pemilik nama asli Reisa Kartikasari ini. “Soalnya, kalau indikasinya cukup serius, saya kurang pede. Mungkin karena anak sendiri, jadi cepat waswas,” tambahnya. “Jika gangguannya ringan, saya cukup menanganinya sendiri,” ujar istri dari Kanjeng Pangeran Tedjodiningrat Broto Asmoro (38) yang merupakan kerabat dari Keraton Surakarta ini. Maka, ilmu yang diperolehnya di Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan itu pun dipraktikkannya pada Anya.

Mama cantik ini tentu tahu apa yang harus dilakukan jika putrinya batuk-pilek, kolik, demam, atau jatuh dan terluka. “Jadi, tetap terpakai dan saya sering menerapkannya di rumah,” ujar Putri Indonesia Lingkungan 2010 ini. Pendapat dokter lain, terutama spesialis anak, ia perlukan agar merasa lebih yakin akan kepastian diagnosis penyakit dan tumbuh kembang buah hatinya. “Anya pun mendapatkan imunisasi dari dokter lain, bukan saya,” akunya. Ya, dokter umum ini memilih menekuni praktik sebagai dokter kecantikan di sebuah klinik kecantikan di Jakarta.

Selebihnya, ia menikmati kegiatan menjadi host atau pembicara di berbagai kesempatan. Reisa ingin Anya suka membaca. “Bukunya dari kain atau plastik, bisa dipegang, diraba, diremss, dibunyikan,” kata Reisa. “Dia memang belum paham, tapi yang penting sudah dikenalkan.” “Ayo, kita cuci tangan!” ajak Reisa kepada Anya sehabis bermain. “Dengan menjaga kebersihan, hidup akan lebih sehat.” Kesibukan membuat Reisa harus sigap mempersiapkan ASI perah untuk Anya. “Dua sampai empat jam sekali saya pompa. Alhamdulillah, lancar,” kata Reisa.

Sumber : https://ausbildung.co.id/