Freelance Adalah Pekerjaan Paling Digemari Anak Millenial

Apa itu freelance? Freelance adalah salah satu pekerjaan yang tidak terikat penuh dan pekerjaan tersebut berupa sampingan karena adanya kesibukan utama lainnya, bisa sekolah, kuliah, atau bekerja.

Mengapa freelance menjadi salah satu pekerjaan yang saat ini paling digemari oleh anak millenial? Karena saat ini jenis pekerjaan freelance banyak pilihan dan pekerjaanya juga tidak begitu sulit dan hanya butuh ketekunan saja untuk mengerjakannya.

Freelance adalah salah satu pekerjaan yang tidak terikat penuh dan pekerjaan tersebut berupa sampingan karena adanya kesibukan utama lainnya

Berikut adalah pekerjaan freelance yang saat ini paling banyak digemari oleh anak millenial :

  1. Web Development and Designing

Web Development and Designing atau juga disebut sebagai Desain dan pengembangan web adalah freelance yang paling digemari, dimana yang menjadi tugas seorang Web Development and Designing adalah mendesain dan membuat kode.

Untuk pekerjaan seperti itu, Anda harus menguasai bahasa pemrograman coding seperti Java, Dreamweaver, dan lainnya. Semakin banyak bahasa yang Anda miliki di gudang senjata Anda, semakin banyak pekerjaan yang bisa Anda dapatkan.

Ini juga akan membantu Anda merancang situs web dengan mudah karena Anda akan tahu bahasa mana yang sesuai dengan kebutuhan desain. Pengetahuan tentang SEO dan WordPress juga bisa berguna pada saat-saat seperti itu.

  1. Photographer

Fotografi freelance adalah pekerjaan paling banyak diminati anak milenial, terlebih mereka yang memang hobi dalam Fotografi. Namun untuk freelance yang satu ini Anda juga akan membutuhkan beberapa perlengkapan yang baik sehingga Anda dapat membuat karier yang bermanfaat dari usaha ini.

  1. Content Writer

Menulis masih merupakan salah satu freelance paling populer yang dilakukan orang. Orang-orang selalu membutuhkan artikel, blog, eBuku, pidato, siaran pers, dan jenis konten lainnya untuk dimuat di situs web dan halaman media sosial mereka. Freelance dapat mencakup apa saja dari penulisan kreatif dan ghostwriting hingga penulisan untuk situs web bisnis.

Untuk menjadi freelance content writer, Anda harus memiliki keterampilan menulis yang hebat. Anda juga harus dapat menyelesaikan artikel dan esai dengan cepat sehingga Anda memiliki hasil yang baik. Ada beberapa cara untuk memulai karir copywriter lepas Anda, dan banyak situs seperti UpWork juga tersedia untuk bekerja.

  1. Creative Design

Creative Design atau Desain kreatif sebenarnya adalah bidang pekerjaan yang sangat luas. Ini dapat mencakup banyak proyek berbeda seperti presentasi PowerPoint sederhana untuk mendesain desktop dengan Adobe Photoshop.

Yang paling penting untuk dikuasai oleh seorang Creative Design untuk mempelajari perangkat lunak seperti Adobe Photoshop, Lightroom, dan PowerPoint.

  1. Sales and Marketing

Untuk bekerja sebagai Sales and Marketing  atau Pemasaran dan penjualan, freelancer perlu memiliki semacam pengalaman dalam pemasaran, terutama pemasaran afiliasi.

Dan ini biasa paling banyak menerima lowongan saat liburan, dan bagi anda yang memang memiliki kehalian marketing yang bagus, anda bisa ambil freelance sebagai  Sales and Marketing.

Sekian untuk artikel freelance adalah pekerjaan paling digemari anak millenial, semoga bermanfaat terutama bagi anda yang kebingungan memilih pekerjaan freelance yang paling tepat untuk keahlian anda sendiri.

Fakta Sistem Sekolah di Jerman yang Perlu Anda Diketahui

Nama negara Jerman sebagai negara dengan pendidikan yang berkualitas tinggi memang sudah tidak diragukan lagi.

Sehingga tak heran jika banyak mahasiswa dari luar negara ini berbondong-bondong memiliki impian untuk mengenyam pendidikan di negara yang terkenal dengan Tembok Berlinnya ini dan caranya adalah dengan belajar di Eduversity.

Sekolah di Jerman baik pendidikan di bidang ekonomi, kedokteran, maupun teknik di berbagai universitas Jerman sudah sangat diakui kredibilitasnya hingga tingkat dunia.

Bahkan, beberapa diantaranya masuk ke dalam peringkat QS World University.

Fakta Sistem Pendidikan di Jerman

 

Negara yang terkenal sebagai negara lahirnya para ilmuwan seperti Albert Einstein membuat pemerintah Jerman sangat peduli dengan sistem pendidikan yang ada di negaranya.

Beberapa fakta unik dan menarik terkait sistem sekolah di Jerman berikut ini akan membuat Anda tercengang, di antaranya:

  1. Kebebasan menentukan kebijakan di sekolah

Negara Jerman merupakan negara di benua Eropa yang terdiri dari beberapa negara bagian. Pemerintah memberikan otonomi atau kebebasan bagi setiap negara bagiannya untuk membuat sistem kebijakan di sekolahnya masing-masing.

Sehingga setiap negara bagian seperti Berlin, Hamburg, Bremen, dan lain sebagainya memiliki sistem pendidikan yang berbeda.

  1. Diberlakukan wajib belajar 9 tahun

Negara Jerman juga memberlakukan sistem wajib belajar 9 tahun yang diwajibkan kepada anak-anak yang berusia antara 5 – 7 tahun ke atas.

Kebijakan ini tidak hanya berlaku bagi penduduk asli Jerman namun juga penduduk imigran maupun siswa yang berasal dari luar negara Jerman. Setelah libur panjang musim panas sekitar bulan Agustus, tahun ajaran baru biasanya sudah dimulai.

  1. Sistem pendidikan gratis

Kepedulian pemerintah terhadap pendidikan di negara ini terlihat dari diberlakukannya sekolah gratis untuk sekolah-sekolah negeri di Jerman.

Setiap orangtua hanya perlu membayar buku untuk sekolah saja. Sedangkan untuk sekolah swasta dan sekolah internasional biasanya menerapkan tarif belajar dan beberapa sekolah swasta tidak mewajibkan siswanya untuk mengenakan seragam.

Tingkatan Sekolah di Jerman

 

Seperti halnya di Indonesia, pendidikan di Jerman juga terdiri dari beberapa tingkatan sebagai berikut:

  1. Sekolah Dasar

Tingkatan ini berlangsung selama empat tahun dari kelas 1 – 4.

Namun, terdapat pula negara bagian yang menerapkan enam tahun (kelas 1 – 6) yaitu di Berlin dan Bradenburg.

Mulai dari kelas 4 atau 6 setiap siswa akan diberikan bimbingan dan anjuran dari gurunya berdasarkan diskusi bersama anak dan orangtua untuk menentukan akan melanjutkan ke sekolah mana.

  1. Sekolah Menengah

Tingkatan sekolah menengah di Jerman terdiri dari dua jenis yaitu:

  • Hauptschule merupakan sekolah menengah yang berlangsung dari kelas 5 – 9/10. Beberapa pelajaran yang dipelajari adalah mata pelajaran reguler seperti bahasa Jerman, IPA, dan matematika serta kebutuhan praktis seperti pengetahuan tentang perkayuan dan mesin.

Setelah lulus dari Hauptschule, siswa bisa mengikuti duale Ausbildung yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk magang di perusahaan dan mendapatkan gaji.

  • Realschule merupakan sekolah menengah yang berlangsung dari kelas 5 hingga 10.

Di sekolah ini siswa akan mempelajari mata pelajaran regular dan keterampilan lain seperti pembukuan dan mengetik sepuluh jari.

Setelah lulus, siswa bisa melanjutkan ke Gymnasium atau masuk ke duale Ausbildung.

  1. Gymnasium

Tingkatan sekolah ini berlangsung selama 8 – 9 tahun (kelas 5 – 12/13) dan setiap akhir tahun seluruh siswa akan mengikuti tes Abitur.

Tes ini dibutuhkan sebagai salah satu syarat kuliah di universitas dan lulusannya bisa melanjutkan pendidikan di Berufschule.

  1. Gesamtschule (Sekolah Campuran)

Disebut sekolah campuran karena semua siswa dari Realschule, Hauptschule, dan Gymnasium bersekolah di tempat yang sama. selain itu, pada akhir tahun siswa juga bisa mengikuti tes Abitur untuk masuk universitas.

Sedikit gambaran sekolah di Jerman tersebut bisa menjadi referensi bagi Anda yang memang sedang merencanakan untuk bersekolah di sana.