Bangkitnya Film-Film Non Mainstream Bagian 2

Marissa berhasil menghidupkan karakter Sipon dengan konsisten, sekalipun karakternya sangat kompleks. Seorang aktris atau aktor yang bagus adalah mereka yang bisa menjadi karakter yang mereka perankan, sehingga tak lagi terlihat seperti tengah memerankan seseorang. Dalam flm Istirahatlah Katakata, Marissa berhasil memenuhi itu semua. Inilah yang membuat kami bersepakat menobatkan perempuan yang lebih dikenal sebagai presenter televisi itu sebagai aktris terbaik.

Saat memilih aktris pendukung terbaik, perdebatan terjadi cukup singkat. Kami bersepakat memilih Raihaanun, yang berperan dalam flm Salawaku, sebagai aktris pendukung terbaik. Raihaanun tampil cemerlang menjadi perempuan Maluku yang terasing dari kampung halamannya. Sebetulnya, dalam flm arahan sutradara Pritagita Arianegara itu, Raihaanun, yang berperan sebagai Binaiya (berarti ”perempuan tangguh”), tak banyak mendapat porsi.

Dia hanya muncul di awal dan menjelang akhir flm. Namun dia menjadi penentu yang menghidupkan seluruh alur cerita Salawaku. Meski sesaat, aktingnya sangat meyakinkan sebagai perempuan muda yang tangguh. Kami juga bersepakat bulat ketika memilih Eko Supriyanto sebagai aktor pendukung terbaik. Eko memerankan Rohman, sosok pelindung, sahabat, sekaligus pesaing bagi Bejo, tokoh utama dalam Sunya, flm yang diadaptasi bebas dari cerita pendek Eka Kurniawan, yang berkisah tentang dunia klenik Jawa.

Eko, yang lebih dikenal sebagai penari profesional, memainkan seorang tokoh dengan rentang peran yang luas itu dengan alami. Dalam flm arahan sutradara Harry Dagoe itu, Eko berhasil menjadi tokoh dengan beragam peran. Dengan sangat baik dia memainkan peran yang berbeda-beda itu. Tak terlihat jelas tapi melebur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *