Bibit Radikalisme Di Sekitar Kita Bag2

Dalam catatan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, pemuda tersebut merupakan pelaku teror bom pertama yang tak terkait dengan jaringan teroris mana pun. Gejala itu sebetulnya telah direkam oleh Wahid Foundation, yang menggelar survei pada April­Mei 2016 dengan mewawancarai 1.520 responden di seluruh Indonesia. Kesimpulannya, 7,7 persen responden bersedia dan mendukung radikalisme.

Yang mencengangkan adalah 49 persen muslim intoleran terhadap mereka yang berbeda dan hanya 0,6 persen yang toleran. Lesbian, gay, biseksual, dan transeksual (LGBT) menjadi kelompok yang paling tak disukai oleh responden ini. Intoleransi adalah bibit radikalisme. Dan intoleransi lahir dari kebencian kepada mereka yang berbeda. Setiap saat kita menemukan dengan mudah ungkapan­ungkapan kebencian di media sosial. Provokasi berbasis suku, agama, dan ras kian menjadi lazim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *