Category Archives: Berita

Milky Way Pudding

Bahan-bahan produksi puding susu: susu sapi cair impor dari taiwan. Susu ini dipilih lantaran memberi rasa susu yang kuat. Gula untuk membuat karamelnya. Gelatin sebagai pengental.

Cara pembuatan: puding susu, karamel, dan topping yang merupakan komponen puding susu dibuat secara terpisah. Komponen tersebut dimasukkan dalam kemasan botol dengan urutan karamel, puding susu, dan yang paling akhir toppingnya.

Harga jual: rp 18.000,- per botol

Deskripsi produk: puding susu ini dikemas dalam botol kaca dengan volume sekitar 125 ml. Ada tujuh rasa yang ditawarkan yakni: milky caramel, milky berry, coco caramel, greentea caramel, caramel macchiato pudding, coockies & cream, dan bailey’s milky caramel.

Lejitkan Omzet Bisnis Katering Balita dari Jasa SEO Semarang

Lejitkan Omzet Bisnis Katering Balita dari Jasa SEO Semarang. Ia juga menggunakan media sosial macam Facebook dan Twitter. Promosi juga ia lakukan melalui komunitas adiknya, milis MPASI Rumahan. Neura mempercayakan tugas promosi dan marketing ini pada Nandra. Hanya dua bulan usaha katering berjalan, Neura lalu melakukan pengembangan usaha dengan menghasilkan pa ngan beku.

Pengembangan ini ia lakukan untuk memenuhi permintaan para orang tua yang permintaan kateringnya tidak bisa ia penuhi lantaran domisili nya di luar Bintaro dan BSD. Awalnya ia membuat kroket keju, nugget ayam, risoles ragout ayam, dan kroket ragout ayam. “Dengan produk itu setidaknya permintaan dari area di luar Bintaro dan BSD bisa dipenuhi,” jelas istri Drajad Kusuma ini.

ANAK JADI PENGUJI RASA

Agar produknya bisa diterima di lidah balita pelanggannya, Neura melakukan uji rasa. Sebagai penguji, Neura memilih anaknya, juru masak, dan suaminya. Kalau sudah dianggap pas, produk barunya baru dilempar ke pasar. Prinsip dasar yang digunakan Neura dalam membuat frozen food untuk balita adalah tidak menggunakan monosodium glutamate (MSG), bahan pengawet, dan menggunakan bahan makanan yang segar. “Untuk frozen food, kami tidak berani menyetok lama. Di sini kami berproduksi dengan prinsip made by order,” jelas ibu seorang anak berusia tiga tahun ini.

Untuk pengawetan ia menggunakan cara dikukus. Selain itu, ia juga mengemas makanan dengan cara divakum. Sedangkan untuk masakan katering ia menggunakan prinsip tanpa gula dan tanpa garam. Untuk memberi rasa , ia membubuhkan keju atau kaldu hasil racikan sendiri. Dalam sebulan saat ini Neura sudah bisa memproduksi sekitar 700 pack berbagai jenis pangan beku.

“Pada bulanbulan tertentu bisa sampai 1.000 pack. Misalnya lebaran dan masa liburan.” Karena produksnya dinilai prospektif, sejak November 2013 Neura mulai merintis pemasaran produknya melalui outlet modern. Pada tahap awal ia sudah menjual produknya di Total Buah di Kota Bogor (dua outlet) dan Jakarta (dua outlet).

Seni Lukis Dinding

Bicara tentang seni lukis, yang kita bayangkan adalah lukisan di atas kanvas lalu digantungkan di dinding. Namun kini banyak yang memanfaatkan dinding sebagai media lukis agar dinding ruang menjadi lebih indah dan artistik. Mural, demikian seni lukis dinding itu disebut.

Jika Anda ingin menghiasi dinding ruang dengan mural, tentukan dulu sisi dinding yang ingin dilukis. Biasanya yang lapang dan terbebas dari elemen ruang yang mengganggu, misalnya jendela dan pintu. Hal penting lainnya, kondisi dinding harus baik, tidak lembap, dan tidak rapuh. Menurut Wibowo, seniman yang telah beberapa kali membuat mural, lukisan dinding bisa dibuat dengan 2 cara, yaitu dilukis menggunakan kuas dan teknik air brush yang menggunakan cat semprot.

Cat yang digunakan adalah cat akrilik dicampur dengan cat minyak. Tampilan hasil akhirnya terlihat berbeda. Pada mural yang dilukis, terbentuk tekstur pada permukaannya. Sedangkan yang dibuat dengan teknik air brush, permukaannya halus dan licin. Kini, teknik air brush ada yang tiga dimensi (3D) sehingga lebih terlihat hidup.

Desain Interior Toko Buku ala Kontraktor Semarang CV Ratulangi Teknik

Apa saja kegiatan Tobucil?

Desain Interior Toko Buku ala Kontraktor Semarang CV Ratulangi Teknik Kita ada klub membaca, menulis, public speaking, foto cerita, hobi, dan apresiasi. Mengapresiasi karya orang itu harus dipelajari. Terkadang orang itu tidak tahu caranya mengapresiasi karya orang lain. Ketika dia memiliki kemampuan mengapresiasi orang, maka yang diapresiasi akan senang dan orang yang mengapresiasi bisa belajar. Itu akan menjadi sesuatu yang menular dan memberikan semangat baru.

Awalnya klub baca, kenapa berkembang jadi craft?

Pada tahun 2007, kita mereposisi diri. Kegiatan tidak lagi sekadar klub membaca, Tobucil melebarkan sayap menjadi ajang aktualisasi diri. Caranya lewat kegiatan hobi. Saat saya ke Amerika untuk observasi pengembangan kemampuan mendengar kebutuhan komunitas, ternyata di sana banyak toko buku seperti ini yang menjual barang-barang handmade yang dibuat oleh komunitas itu sendiri. Hal ini sangat mengispirasi saya, karena Tobucil tidak mau menerima uang dari sponsor. Dari sinilah lahir kelas-kelas merajut dan kelas craft lainnya. Saya berpikir, kalau mau punya kemandirian sikap, Anda juga harus mandiri secara ekonomi. Hal itulah yang ingin dibuktikan oleh Tobucil.

Jadi craft ini menjadi peluang kemandirian bagi Tobucil?

Ya, karena sesuai dengan karakter yang ada di Tobucil. Pada dasarnya karakteristik komunitas di Bandung itu sangat individual, memang namanya komunitas, sehingga kegiatan hobi ini sangat cocok, karena tidak ada paksaan dan orang pun senang melakukannya.

Pencapaian apa yang sudah Tobucil raih hingga saat ini di bidang craft?

Event Crafty Day adalah sebuah bukti nyata yang telah dicapai Tobucil. Pertama Crafty Day digelar hanya 10 tenant yang berpartisipasi. Dari 10 sekarang kita bisa sampai 40 tenant. Tidak hanya menjual berbagai benda craft, acara ini juga menggelar workshop dan kelas-kelas, ada workshop bikin sabun, klub dongeng, menggambar, paper craft, aksesori kain perca, dan merajut. Barang-barangnya pun berkembang, sekarang sudah banyak yang menjual aksesori rumah, home living, dan lainnya.

Kenapa memilih nama Tobucil dan tidak Tobusar (Toko Buku Besar)?

Tobucil ini ada untuk membuktikan bahwa hal-hal besar selalu berawal dari hal kecil. Tobucil memilih peran menjadi tempat memulai hal-hal kecil tersebut. Tapi tetap menjadi kecil itu bukan hal yang mudah, karena ketika sudah menginjak 13 tahun ini, kita akan mencapai satu titik di mana harus menetukan sikap, mau menjadi besar atau tetap menjadi kecil. Dan Tobucil memilih untuk menjaga komitmen dan konsistensi tetap menjadi kecil.

Toko Buku Dan Craft Yang Dilengkapi Dengan Genset

Toko Buku Dan Craft Yang Dilengkapi Dengan Genset. Harga genset yang murah untuk sebuah toko buku bisa didapatkan melalui Distributor Jual Genset Surabaya yang memberikan potongan harga dan garansi resmi.

Mendirikan sebuah toko buku adalah impiannya sejak dulu. Lambat laun, keinginan merambah bidang lain muncul, membuat usahanya tidak sekadar terkait literatur. Craft menjadi tumpuan lain usahanya. Tapi tetap menjadi kecil itu bukan hal yang mudah, karena ketika sudah menginjak 13 tahun ini, kita akan mencapai satu titik di mana harus menetukan sikap, mau menjadi besar atau tetap menjadi kecil.

Toko Buku Kecil (Tobucil), begitulah Tarlen Handayani, menamakan toko bukunya. Tobucil adalah usaha kecil miliknya yang sudah berumur 13 tahun. Selama itulah Tobucil berkembang dari yang semula hanya menjual buku dan mengadakan kelas membaca, menjadi sebuah usaha seni dan kerajinan tangan.

Awalnya sederhana, hanya membuka kelas kelas merajut dan lambat laun kelas itu menjelma menjadi sebuah pameran seni, Crafty Day namanya. Di acara inilah, para crafter dari berbagai wilayah berkumpul untuk memperkenalkan karya mereka. Namun, bukan hal yang mudah untuk mencapai itu semua. Butuh usaha dan kerja keras, serta komitmen untuk terus menjalaninya. Uniknya, Tarlen tidak pernah mengharapkan Tobucil-nya menjadi besar dan sukses.

Walaupun sebenarnya usaha miliknya sudah ‘ngetop’ dari mulut ke mulut. Rupanya Tarlen punya pemahaman lain tentang besar dan sukses ini. Wanita kelahiran 30 Maret 1977 ini tetap memilih untuk menjaga komitmen dan konsistensi untuk tetap menjadi kecil. Baginya bukan menjadi besar esensinya, tapi bagaimana ia mampu melalui setiap proses kegagalan dan bangkit untuk memulainya kembali. Bagaimana perjalanannya bersama Tobucil-nya? Inilah perbincangan dengan sosok pecinta buku sekaligus penulis ini.

Bagaimana awalnya membangun Tobucil?

Ceritanya, pada awal tahun 2000-an, saya bersama dengan 2 teman lainnya memiliki mimpi yang sama, yaitu membuka toko buku kecil. Namun, baru beberapa tahun berjalan, 2 orang teman tersebut memutuskan untuk mengundurkan diri. Akhirnya tinggal tersisa saya dan saya putuskan untuk tetap melanjutkan usaha ini. Modalnya pun kecil hanya Rp1,5 juta dan selebihnya mengandalkan jejaring pertemanan.

Apa yang membuat Tobucil bisa bertahan hingga sekarang?

Saya memiliki keyakinan kalau saya tidak bisa melewati masa ini, maka saya tidak bisa mengerjakan sesuatu yang lebih dari Tobucil. Saya percaya bahwa Tuhan itu memberikan cobaan pasti ada alasannya. Tuhan yakin kita bisa melewatinya. Ternyata di setiap kesulitan yang pernah dialami oleh Tobucil, selalu datang pertolongan yang tidak pernah saya duga. Hal itulah yang membuat saya percaya bahwa sesuatu yang dimaksudkan sebagai niat baik, akan selalu menemukan jalannya.