Category Archives: Berita

Inovasi Teknologi Merebut Pasar Baru Situs Judi Online

Inovasi Teknologi Merebut Pasar Baru Situs Judi Online – Peralatan dapur saat ini merupakan pasar yang potensial, baik untuk peralatan dapur manual maupun elektronik. Kini tersedia berbagai peralatan yang memberikan kemudahan dalam persiapan hingga penyajian hidangan, yang mendukung gaya hidup praktis dan cepat bagi masyarakat, khususnya kaum urban.

Inovasi Teknologi Merebut Pasar Baru Situs Judi Online

Ada beberapa pemain industri peralatan dapur ini seperti Philips, Rinnai, ataupun Cosmos. Inovasi terus dilakukan oleh para produsen demi terciptanya produk yang menjawab kebutuhan konsumen. Philips misalnya, beberapa produk inovatifnya menjadi solusi bagi masyarkat dalam menciptakan makanan yang sehat dan bernutrisi dengan cara mudah dan praktis.

Contohnya, Air Fyer, alat memasak yang menggunakan udara panas ini dapat menggoreng tanpa memakai minyak atau hanya sedikit minyak (satu sendok); Electronic Pressure Cooker (EPC) yang waktu memasaknya dapat diatur sesuai kebutuhan dan pengguna hanya perlu memasukkan bahan-bahan yang dibutuhkan ke dalam EPC, lalu mengatur waktunya kapan ia ingin masakkan tersebut matang dan siap disantap; dan Steamer, alat mengukus yang memungkinkan pengguna dapat mengukus beragam bahan makanan sekaligus tanpa perlu khawatir aromanya bercampur. Merupakan komitmen bagi Philips untuk selalu mencipta produk iniovatif yang bermakna bagi masyarakat.Demikian Maria Veronica Simanjuntak, Marketing Manager Domestic Appliances, PT Philips Indonesia mengatakan.

Material baru banyak bermunculan. Sebuah keuntungan, karena memberi banyak pilihan. Namun, menimbulkan tuntutan baru yaitu kesempatan untuk mengenal, mencoba, dan membandingkan material satu dan lainnya serta mereknya, agar dapat memilih dengan tepat. One stop shopping (cara belanja bermacam produk dalam satu tempat) saat ini menjadi kebutuhan. Ace Hardware, Depo Bangunan, dan Carrefour adalah 3 di antara sekian banyak supermarket material dan modern outlet yang berhasil melihat ini sebagai kesempatan untuk melayani konsumennya dan mendapatkan iDEA RUMAH Award 2014. Depo Bangunan, menyediakan lebih dari 96.000 material pilihan; tenaga pemandu untuk menerangkan keunggulan, fungsi, serta pengaplikasian produk; memberi insentif hadiah uang ataupun voucher mencapai milyaran rupiah bagi pelanggannya; menyediakan tempat belanja yang nyaman dengan displai produk yang tertata dan mudah dicari.

Ketua Kontingen Minta Atlet Berjuang Maksimal

Dalam dua hari terakhir, Ketua Kontingen atau Chef De Mission Tim Indonesia Asian Games 2018, Komisaris Jenderal Syafrudin, menyambangi sesi latihan atlet atletik di Jakarta dan tim voli pantai di Jakabaring, Palembang. Dia meminta tim voli pantai Indonesia bertarung semaksimal mungkin untuk meraih medali emas. “Harus berani bertarung dan melawan musuh, dong. Apalagi tuan rumah,” kata Komisaris Jenderal Syafrudin di Palembang, kemarin.

Syafrudin mengatakan tim voli Indonesia termasuk yang diunggulkan untuk meraih medali emas. Dia berharap hal itu bisa dibuktikan saat pertandingan. Bahkan, dia berjanji akan memberikan dukungan secara langsung. “Saya usahakan akan menonton,” kata dia. Menurut dia, atlet kadang hanya bisa melawan musuh-musuhnya secara maksimal saat di kandang sendiri, tapi lemah ketika bertanding di luar negeri. Dia mengatakan jarang sekali ada atlet yang tangguh di luar negeri tapi lemah di rumah sendiri. “Melawan di luar negeri itu membuktikan mentalnya kuat, apalagi melawan di rumah sendiri, mentalnya pasti lebih kuat,” tutur Syafrudin.

Penghitungan Stok Bahan Baku Usaha Roti Bakar Bag4

  • Buat Daftar Jumlah Belanja Bahan Setelah membuat catatan kebutuhan bahan seberti poin 1, sempurnakan catatan jumlah belanja bahan dengan poin 2. Maka, Anda sudah bisa membuat Daftar Belanja Bahan, dengan asumsi belanja tiap hari atau 2 hari sekali. Di bawah ini contoh Daftar Belanja Bahan dengan asumsi belanja tiap 2 hari: Bahan: Belanja Tanggal 1: Belanja Tanggal 3: 1. Roti Tawar 20 20 2. Coklat Leleh 4 ­ 3. Keju 2 ­ *Keju dan coklat akan dibeli kembali pada tanggal-tanggal berikutnya.
  • Belanja Bahan dengan Cek Stok Kendati Anda sudah membuat dan mengatur Daftar Belanja Bahan, akan lebih baik jika sebelum berbelanja lakukan cek stok terlebih dulu. Dalam usaha kuliner selalu ada kemungkinan penjualan tidak konsisten setiap hari. Kadang ramai, kadang sepi. Untuk menghindari kehabisan atau kelebihan stok bahan karena kondisi tak menentu atau tak sesuai perhitungan rata­rata, akan lebih baik mengecek sekali lagi stok meski sudah ada patokan jumlah belanja bahan. Setelah mengecek stok, Anda bisa mengurangi atau menambah daftar jumlah belanja agar stok tetap aman.

MARQUEZ & ROSSI Kompak Pilih Ban

MARQUEZ & ROSSI Kompak Pilih Ban – Pteknis saja, melainkan kreativitasnya. ada ronde lima MotoGP di sirkuit Le Mans, Perancis (19/5) para pembalap diuji bukan hanya dari kesiapan Terkait dengan kondisi cuaca di Le Mans yang kerap tidak terduga, apalagi kelembaban udara sedang tinggi sepanjang akhir pekan tersebut. Mulai dari cuaca cerah, hujan gerimis dan tiba-tiba hujan deras kerap mengguyur sirkuit sepanjang 4,18 km itu. Kreativitas diuji untuk bisa memilih ban yang tepat selama lomba. Seperti dilakukan Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha MotoGP) di sesi kualifikasi pertama(Q1). Penampilan Rossi memang tidak begitu impresif di semua sesi latihan bebas. Ia memilih menyiapkan motor agar sehat saat kondisi basah ataupun kering. Saat Q1 (18/5) baru dimulai, hujan baru reda dan sirkuit masih basah. Setelah agak kering, pembalap 40 tahun itu langsung memakai ban slick dan mencatat waktu tercepat. “Cukup efektif dan beruntung, karena setelah saya mendapatkan waktu tersebut hujan kembali turun,” ujarnya. Saat masuk ke Q2, ia langsung menggunakan ban basah sejak awal dan menempati grid lima untuk memulai lomba. Rossi pun punya kesiapan matang di kondisi basah atau kering. Jadi saat race day, ia lebih siap di kedua kondisi.

Demikian juga dengan Marc Marquez (Repsol Honda Team) yang mempertimbangkan strategi untuk dua kondisi cuaca. Pilihan ban Marquez dan Rossi saat sesi warm up juga kerap ditiru pembalap lain. Benar saja, saat balapan kondisi lintasan lembab kian mengering dan ban kompon lunak jadi favorit banyak pembalap. LATE BRAKING Kombinasi ban kompon lunak di sirkuit yang suhunya rendah memang jadi pilihan tepat. Tapi di separuh balapan, pasti suhu aspal akan makin meningkat. “Maka strategi paling benar adalah mengandalkan pengereman,” kata Marquez. “Di awal balapan, saya mengerem agak lebih jauh untuk menghemat ban, setelah aspal makin kering baru menggunakan teknik late braking untuk mempertajam waktu. Ini berguna untuk menjaga kondisi ban stabil sampai balapan selesai,” tambahnya. Namun pembalap asal Spanyol ini mendapatkan perlawanan yang cukup kuat dari Jack Miller (Pramac Racing) di 10 lap pertama. Marquez hanya meladeninya, tanpa memikirkan bagaimana cara membuka jarak yang signifikan. Setelah ‘menyiksa’ ban Ducati Desmosedici GP19 milik Miller, membuat performa pembalap asal Australia itu menurun. Giliran Marquez diburu duo Mission Winnow Ducati Team, Andrea Dovizioso dan Danilo Petruci. “Di Le Mans tahun lalu, saya kalah tenaga oleh Ducati di banyak sektor. Di tahun ini, setelah mereka mendekatiku, saya merasa ada peluang untuk meninggalkanya dan melepaskan semua kekuatan asli dari Honda RC213V yang sudah ditingkatkan. Hasilnya bagus, saya jauh lebih cepat di penghujung balapan dan mengalahkan tiga Ducati sekaligus,” papar Marquez.

Perbedaan performa Marquez di awal balap dan menjelang akhir memang dirasakan benar oleh Dovizioso. Tidak biasanya ia ditinggal jauh oleh Marquez saat di trek lurus, ini lah yang membuatnya lebih fokus untuk mengamankan podium dua. Sementara itu, podium ketiga menjadi milik Petrucci. Torehan pertama kalinya di musim ini Ducati meraih podium ganda, juga sebagai tim pertama yang mendominasi podium. “Jelas ini adalah hasil yang sudah saya inginkan yaitu meraih podium di tim Ducati pabrikan dan berhasil mempersembahkannya hari ini,” ujar Petrucci. “Tahun lalu saya juga tampil cepat di Le Mans, dan mempertahankan podium di LeMans jelas adalah sebuah hasil yang sudah saya targetkan. Marquez sangat kuat, begitu juga dengan Dovi. Yamaha tidak bisa disepelekan, meski mereka menyerah di penghujung balapan,” lanjutnya. Marquez kini masih di puncak klasemen sementara dengan 95 point, Dovizioso naik ke peringkat kedua dengan selisih delapan angka dari Marquez dan Alex Rins (Team Suzuki Ecstar) yang finish di posisi 10 harus puas turun ke peringkat tiga dengan 75 point.

MASIH SULIT DENGAN MOBIL BARU

MASIH SULIT DENGAN MOBIL BARU – Formula E musim 2018/2019 jadi musim dengan perubahan siginifikan bagi balap formula listrik ini. Mulai bentuk mobil, regulasi balap dan teknis. Makanya tak heran beberapa pembalap yang sudah senior pun kini berlaga seperti rookie yang belajar dari awal lagi. Misalnya dengan tata cara lomba yang tadinya menggunakan sistem lap dan mengganti mobil tiap 50% dari total jumlah lap, kini hanya menggunakan satu mobil saja. Balapan pun dihitung dengan total 45 menit dan satu lap tambahan sebagai penentu. Juga Attack mode, sebuah zona yang memberikan tambahan tenaga bagi mobil yang melintasinya. Namun, zona tersebut berada di luar racing line, sehingga harus lebih pintar dalam menentukan strategi. “Saya merasakan banyak tantangan di musim ini. Jelas bukan hal mudah menyesuaikan diri dengan mobil dan regulasi yang baru,” ujar Jean Eric Vergne, pembalap DS Techeetah yang sudah ikut Formula E sejak musim pertamanya.

Baca Juga : Judi Via Pulsa

TAK TERDUGA Pembalap yang bisa disapa JEV ini juga merupakan juara dunia Formula E 2017/2018, melihat banyak perbaharuan. Ia pun sempat ragu untuk menargetkan diri mempertahankan gelar. Benar saja, jalannya balapan kerap tak terduga dengan delapan pemenang dari delapan balapan yang digelar. Perbedaan pemenang itu disebabkan karena beberapa hal. Misalnya, lebar sirkuit jalan raya yang berbeda di setiap negara, jadi alasan utama. Jadi titik untuk ambil alih posisi akan lebih sempit. Jadi siapa yang dapat front row saat start, balapan sudah selesai separuh jalan baginya. Hal lainnya, pembalap di posisi terdepan kerap tidak bisa melakukan slipstreaming. Kerja mobil jadi lebih berat dan baterai lebih boros. Saat kondisi mobil pembalap terdepan sudah melemah, jelas itu jadi celah utama untuk overtaking dan jadi pemenang di lap terakhir bagi pembalap lain. Masalah ini dipahami betul oleh Pascal Wehrlein (Mahindra Racing) saat ronde ketiga di Chili. Saat ia kehilangan kemenangan di sana dan harus finish di posisi kedua dengan mobil yang kehabisan daya. Nah sekarang Formula E menyisakan empat ronde di tiga negara. Balap berikutnya di Berlin, Jerman (25/5) jadi kans besar untuk Andre Lotterer (DS Techeetah) untuk ambil alih peringkat puncak klasemen dari JEV. Apalagi ini adalah home race bagi pembalap 37 tahun tersebut. “Angka di klasemen sangat tipis. Peluang saya untuk menempati peringkat teratas kembali terbuka lebar saat home race saya nanti,” tutur Lotterer. Ia dan JEV hanya berjarak satu angka di klasemen, sehingga belum bisa diprediksi siapa yang punya kans kuat sebagai juara dunia. Ini karena ketatnya persaingan dan pemenang yang berbeda tiap ronde, sehingga juara dunia baru bisa diperkirakan saat memasuki dua ronde terakhir di Amerika Serikat (13-14/7).

SuPPort tim Privateer

SuPPort tim Privateer – Sebagai pelumas produk ke- banggaan Indonesia, Federal Oil tak hanya berkiprah di kejuaraan dunia Moto2 untuk menguatkan brand image mereka. Tapi juga terlibat di kejuaraan Asia Road Racing Championship (ARRC) 2015. Di kejuaraan balap tingkat Asia seri 2 yang digelar di sirkuit Sentul (5-7/06) lalu, Federal Oil mensponsori salah satu tim privateer (non pabrikan) dari Indonesia, yaitu Honda Wahana Dunia Motor yang mengawali debutnya dengan menurunkan pembalap wildcard di kelas Supersport 600 cc, M. Dwi Satria. Ini adalah bentuk kepedulian terhadap peningkatan kualitas tim balap. “Tujuan kami menurunkan pembalap wildcard di ARRC 2015 seri 2 ini adalah sebagai langkah meningkatkan level pembalap dan lintasan semi permanen ini. Dari pada mereka beradu skill di jalanan umum, malah bisa mengganggu dan membahayakan keselamatan para pengguna jalan lain,” buka Sumber Agung Rizki dari Sumber Production selaku penyelenggara. Terbukti sebanyak 360 penggemar cornering memadati sirkuit Brigif Cimahi. Karena belum ada regulasi baku, maka peraturan dibuat sangat longgar. Pertama, pesertanya wajib bukan dari kalangan pembalap. Kemudian diperbolehkan tidak memakai wearpack asalkan menggunakan safety gear yang lengkap dan aman seperti body protector, helm serta pelindung lutut promotor event. Ditambahkannya, toh balap ini juga sifatnya resmi. “Dengan biaya pendaftaran hanya sekitar Rp 100.000 (untuk kelas Pemula dan tim. Sebab di event seperti inilah pembalap dan tim akan terbiasa dengan atmosfer balap internasional,” ujar Jimmy S Winata, pemilik tim. Non Pembalap), serta Rp 150.000 (untuk kelas Open), para pembalap sudah mendapat segala fasilitas.

Bahkan kami juga memberikan hadiah buat yang menang,” lanjut Meski sebagai pembalap tim privateer yang berstatus wildcard di ARRC, namun M. Dwi Satria yang menyandang nomor start 81 ini bisa langsung bersaing dengan para pembalap tim pabrikan dari Indonesia sendiri, maupun dari negara-negara Asia dan Australia. Pada race ke-2, pembalap Federal Oil ini menempati urutan ke-12. Jauh memang. Tapi jika dilihat pembalap yang menempati urutan ke-1 sampai 11 itu adalah pembalap tim pabrikan (Honda, Yamaha, Kawasaki maupun Suzuki), maka bisa dibilang penampilan M. Dwi Satria ini tidak jelek. “Target saya di balap Asia ini tampil maksimal dan memperbaiki catatan waktu sebagai modal di Kerjunas Supersport 600 cc nanti. Persaingan di balap Asia cukup ketat, kalau cuma balap biasa pasti tercecer di belakang. Saya berusaha sekuat tenaga sampai limit,” jelas M Dwi Satria. Pada race 1, M Dwi Satria 1 gagal menyelesaikan lomba. Dia dan siku. “Aturan baku memang belum kami miliki. Tapi ke depannya hal ini pasti akan kami buat. Yang pasti, teman-teman cornering ini menyambut gembira dengan diberikan wadah untuk mengekspresikan minat dan bakat di Brigif 15 Kujang II Cimahi,” tutup Iwan Kusmawan ketua Jawa Barat Cornering (JBC) yang rajin melakukan latihan rutin di sirkuit Brigif 15 Kujang II Cimahi setiap hari Sabtu. (Naskah & Foto: yudha) pria ramah ini. Sesuai pantauan OP, fasilitas yang dimaksud memang seperti balap beneran. Perizinan lengkap, asuransi, timer, komputerisasi pendaftaran, papan penunjuk waktu balap, paddock permanen, tribun penonton dan juga mulai memakai seponsor. Tak heran dari 150-an starter yang dipatok panitia sebagai target, ternyata ada sebanyak 248-an starter ikut ambil bagian.

“Ini sangat di luar dugaan kami. Bahkan kami sampai menolak peserta. Justru karena sifatnya hanya latihan bersama atau fun drag bike inilah maka para pembalap pemula dan pembalap liaran banyak yang ikut,” buka Agung GDS sambil menginfokan, ada 3 orang pembalap senior juga lho yang ikut. Salah satunya adalah Deny Kunting. “Kami ikut event ini sebagai persiapan menghadapi event balap Ramadhan nanti. Uji coba setting mesin motor baru,” kata Deny. Sedangkan bagi RF Kiky, seorang pembalap pemula, event latihan bersama ini digunakannya untuk menambah jam terbang mengejar prestasi. “Mumpung semuanya pembalap pemula, jadi nggak minder,” ungkap Kiky. (Naskah & Foto: Riy@n) terjatuh karena bersaing sengit dengan pembalap lain pada lap 1 di tikungan 6 – 7, atau biasa disebut ’S Kecil’. Saat kualifikasi, M. Dwi Satria bisa membukukan catatan waktu 1 menit 30.702 detik. Waktu ini diperoleh dengan motor baru. Pasalnya pada sesi latihan resmi hari Jumat, M. Dwi Satria mengalami insiden sehingga Honda CBR600R pacuannya rusak parah. “Perolehan posisi 9 di kualifikasi tidak mudah bagi M Dwi Satria di ajang balap kelas Supersport 600 cc Asia. Terlebih dirinya sebagai pembalap wild card dan baru tahun ini dia fokus di balap Supersport 600cc,” tutup Mardiani Indriastuti, Manager Product and Field Marketing PT Federal Karyatama (FKT)

Latian Bareng Drag Race Pembalap Liar di Kota Bunga

Latian Bareng Drag Race Pembalap Liar di Kota BungaPujian patut diberikan pada pihak pengelola Gantiwarno Drag Strip (GDS) Klaten, Jawa Tengah yang menggelar GDS Fun Drag Bike di moment bulan puasa ini (16/06). Bagaimana tidak. Di tengah rehatnya event balap, dengan cerdik mereka menggelar event balap yang diberi embel-embel ‘fun’. Jadi bukan kompetisi, tapi lebih bersifat latihan bersama para pembalap drag bike se-Jateng dan DIY, dan juga pembalap liar! “Sebenarnya acara ini sering kami adakan tiap bulan. Tujuan kami adalah untuk menampung para pembalap pemula dan mereka yang suka balap liar. Dari pada balap liar di jalan umum yang sangat membahayakan, alangkah baiknya jika bakat balap mereka disalurkan di tempat ini,” buka Agung GDS selaku pengelola sirkuit sekaligus promotor event. Ditambahkannya, toh balap ini juga sifatnya resmi. “Dengan biaya pendaftaran hanya sekitar Rp 100.000 (untuk kelas Pemula dan tim. Sebab di event seperti inilah pembalap dan tim akan terbiasa dengan atmosfer balap internasional,” ujar Jimmy S Winata, pemilik tim. Non Pembalap), serta Rp 150.000 (untuk kelas Open), para pembalap sudah mendapat segala fasilitas. Bahkan kami juga memberikan hadiah buat yang menang,” lanjut pria ramah ini.

Sesuai pantauan OP, fasilitas yang dimaksud memang seperti balap beneran. Perizinan lengkap, asuransi, timer, komputerisasi pendaftaran, papan penunjuk waktu balap, paddock permanen, tribun penonton dan juga mulai memakai seponsor. Tak heran dari 150-an starter yang dipatok panitia sebagai target, ternyata ada sebanyak 248-an starter ikut ambil bagian. “Ini sangat di luar dugaan kami. Bahkan kami sampai menolak peserta. Justru karena sifatnya hanya latihan bersama atau fun drag bike inilah maka para pembalap pemula dan pembalap liaran banyak yang ikut,” buka Agung GDS sambil menginfokan, ada 3 orang pembalap senior juga lho yang ikut. Salah satunya adalah Deny Kunting. “Kami ikut event ini sebagai persiapan menghadapi event balap Ramadhan nanti. Uji coba setting mesin motor baru,” kata Deny. Sedangkan bagi RF Kiky, seorang pembalap pemula, event latihan bersama ini digunakannya untuk menambah jam terbang mengejar prestasi. “Mumpung semuanya pembalap pemula, jadi nggak minder,” ungkap Kiky

Babak-Belur Setelah Pupur Luntur Bag2

 

Jelas akan ada yang untung dan buntung dari kondisi yang begitu tak menentu itu. Yang tampaknya akan menikmati untung adalah korporasi di bidang sumber daya alam, apalagi yang berorientasi ekspor. Harga komoditas naik dan dolar semakin mahal merupakan mesin ganda pendorong pendapatan. Namun biaya modal yang terus meningkat juga dapat menjadi penghambat bagi semua sektor usaha pada 2017.

Sedangkan yang paling buntung adalah sektor publik alias keuangan negara. Pembayaran bunga dan utang akan semakin meningkat karena mahalnya dolar dan naiknya suku bunga. Belum lagi ancaman terus naiknya harga minyak membuat pemerintah harus kembali mengantisipasi pemberian subsidi jika tak berani menaikkan harga jual bahan bakar minyak. Mau tak mau, penghematan dan efektivitas penggunaan anggaran harus menjadi tema utama pemerintah pada 2017.

Pulihnya harga komoditas semestinya bisa menjadi modal awal untuk bergerak. Pemerintah seyogianya fokus berupaya menyebarkan pertumbuhan yang muncul dari efek positif harga komoditas. Sebab, pertumbuhan di sektor sumber alam mempunyai efek pengganda yang lebih rendah ketimbang, misalnya, sektor manufaktur.

Rantai pasokan yang sangat pendek membuat kenaikan pendapatan sangat terkonsentrasi pada sedikit penikmat. Pertumbuhan kencang di sini berpotensi melebarkan jurang kesenjangan yang saat ini sudah menjadi masalah. Kesimpulannya, kondisi awal 2017 masih tak menentu. Jangan sampai babak-belur ketika pupur window dressing sudah luntur.

Bangkitnya Film-Film Non Mainstream Bagian 2

Marissa berhasil menghidupkan karakter Sipon dengan konsisten, sekalipun karakternya sangat kompleks. Seorang aktris atau aktor yang bagus adalah mereka yang bisa menjadi karakter yang mereka perankan, sehingga tak lagi terlihat seperti tengah memerankan seseorang. Dalam flm Istirahatlah Katakata, Marissa berhasil memenuhi itu semua. Inilah yang membuat kami bersepakat menobatkan perempuan yang lebih dikenal sebagai presenter televisi itu sebagai aktris terbaik.

Saat memilih aktris pendukung terbaik, perdebatan terjadi cukup singkat. Kami bersepakat memilih Raihaanun, yang berperan dalam flm Salawaku, sebagai aktris pendukung terbaik. Raihaanun tampil cemerlang menjadi perempuan Maluku yang terasing dari kampung halamannya. Sebetulnya, dalam flm arahan sutradara Pritagita Arianegara itu, Raihaanun, yang berperan sebagai Binaiya (berarti ”perempuan tangguh”), tak banyak mendapat porsi.

Dia hanya muncul di awal dan menjelang akhir flm. Namun dia menjadi penentu yang menghidupkan seluruh alur cerita Salawaku. Meski sesaat, aktingnya sangat meyakinkan sebagai perempuan muda yang tangguh. Kami juga bersepakat bulat ketika memilih Eko Supriyanto sebagai aktor pendukung terbaik. Eko memerankan Rohman, sosok pelindung, sahabat, sekaligus pesaing bagi Bejo, tokoh utama dalam Sunya, flm yang diadaptasi bebas dari cerita pendek Eka Kurniawan, yang berkisah tentang dunia klenik Jawa.

Eko, yang lebih dikenal sebagai penari profesional, memainkan seorang tokoh dengan rentang peran yang luas itu dengan alami. Dalam flm arahan sutradara Harry Dagoe itu, Eko berhasil menjadi tokoh dengan beragam peran. Dengan sangat baik dia memainkan peran yang berbeda-beda itu. Tak terlihat jelas tapi melebur.

Bangkitnya Film-Film Non Mainstream

SELAIN memilih flm dan sutradara terbaik, kami memilih Gunawan Maryanto, yang berperan sebagai Wiji Thukul dalam Istirahatlah Kata-kata, sebagai aktor terbaik. Gunawan tampil bersinar. Dalam flm berdurasi sekitar dua jam itu, dia berhasil memerankan gerak tubuh, ekspresi, dan emosi Thukul dengan sangat baik. Aktor Teater Garasi, Yogyakarta, yang juga produktif menulis puisi dan prosa itu berhasil menjadi Thukul secara fsik dan jiwa.

Perdebatan berlangsung agak liat ketika memilih aktris terbaik. Pilihan kami mengerucut pada dua kandidat: Cut Mini (Athirah) dan Marissa Anita (Istirahatlah Kata-kata). Cut Mini berhasil memerankan karakter Athirah yang kompleks, seorang ibu yang tersakiti dan di saat yang sama tetap menjadi tulang punggung keluarga. Aktingnya memang cukup memikat. Hanya, kami melihat, sebagai aktris yang kerap berperan menjadi seorang ibu, penampilannya cenderung sama dengan peran-peran sebagai ibu yang dia mainkan sebelumnya.

”Saya tidak bisa membedakan dia sebagai Athirah dengan Bu Guru dalam flm Laskar Pelangi. Seharusnya ada sesuatu yang khas dalam setiap peran yang dimainkan,” kata seorang juri. Akan halnya Marissa Anita, dalam Istirahatlah Kata-kata, kami menyaksikan penampilannya sangat berbeda. Kami tak lagi melihat Marissa sebagai seorang perempuan urban, tapi dia menjelma menjadi Sipon, istri Wiji Thukul, yang menyimpan derita ke dalam tubuhnya.