Category Archives: Parenting

Negosiasi Demi ME TIME

Rasa cinta, jiwa humoris, dan sikap toleransi hendaknya dimanfaatkan untuk mengemas komunikasi yang kreatif pada pasangan dalam memperjuangkan me time Mama. Me time bisalah di- mirip-mirip- kan dengan itu cuti. Ya, seperti halnya seorang pekerja kantoran yang mengambil hak cutinya.

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

Meskipun begitu, pada kenyataannya banyak mama yang mengartikan me time sebagai sebuah kegiatan paling berharga. It’s precious! Sebagian kita juga mengalami sendiri, bahwa sebenarnya enggak ada tuh kata “cuti” ketika seorang perempuan memutuskan untuk menjadi IBU. Selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 30 hari sebulan, enggak ada yang namanya libur seperti tanggal merah atau hari besar. Padahal, banyak ahli mengatakan, me time memungkinkan Mama menda pat kan keseimbangan an tara emosi, pikiran, dan kesehatan fi sik.

Penelitian di Inggris yang dilakukan eHarmony juga mengungkap, bukanlah hal yang mudah untuk menikmati me time. Sementara, agar batin sehat rata-rata orang membutuhkannya sekitar 20 jam seminggu untuk bersantai. Mereka yang kehilangan waktu menikmati me time kebanyakan menghadapi risiko kesehatan, stres, kelelahan, dan depresi. NEGOSIASI ME TIME Jadi, bagaimana agar Mama dapat membagi waktu untuk keluarga dan me time-nya sendiri? Tak lain jawabannya adalah, lakukan negosiasi dengan diri sendiri. Della menceritakan seorang temannya yang ia anggap berhasil melakukan itu.

“Dia adalah seorang ibu yang bekerja sebagai staf ticketing di sebuah perusahaan tour & travel terkenal. Ibu tersebut terbiasa menghadapi tugas dengan beban tinggi yang harus selesai dalam waktu cepat. Pengalaman selama 10 tahun, membuatnya dapat mengenali titik kritis di pekerjaannya, termasuk meng identifi kasi waktu-waktu luang yang dapat ia manfaatkan untuk ‘memanjakan’ diri seje nak di tengah-tengah sibuknya. Pada pagi hari, ia menyempatkan diri mendatangi pusat kebugaran untuk melakukan latihan-latihan kecil sehingga merasa lebih fi t saat akan memulai pekerjaan. Pada saat makan siang, ia memakan masakannya sendiri yang telah dibawa dari rumah. Ia mengaku sangat suka ke pasar. Di situlah kenikmatan baginya, yakni saat berkreasi mencari bahan-bahan masakan yang unik untuk kebutuhan seminggu keluarganya.”

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Saat Flu Jantung Berdebar

Dokter rifan, anak saya (4) belum lama ini terkena flu. Suhu badannya mencapai 38 C. Saat beru setengah hari terkena flu, saya langsung bawa ke dokter. Tetapi sudah tiga hari belum sembuh juga. Lalu kenapa jantung nya berdebar sangat kencang sekali? Karena takut, akhirnya saya bawa ke dokter lagi. Ternyata dokter bilang kalau flu dan panas memang seperti itu.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

Padahal selama ini, kalau dia sakit flu belum pernah mengalami hal seperti itu, dok. Untungnya setelah diberi antibiotik, setelah 3 jam jantungnya sudah tidak berdebar kencang lagi. Apakah jantung berdebar bisa terjadi lagi saat ia sakit yang sama? Saya menantikan jawaban dokter. Rina – kudus saat terkena infeksi seperti batuk pilek/ common cold/selesma sering kali terjadi demam yang bervariasi mulai demam ringan ( > 37,5-38 C ) hingga cukup tinggi (> 38 C ).

Demam terjadi akibat reaksi imunologis sebagai bentuk perlawan an sistem imun tubuh terhadap benda asing termasuk virus yang masuk ke dalam tubuh. Saat terjadi demam, ritme kerja beberapa organ vital tubuh seperti jantung akan meningkat dalam rangka memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh yang juga meningkat akibat kondisi demam.

Karena itulah, denyut jantung akan meningkat yang secara fisik akan terlihat penderita jadi lebih berdebar-debar. Hal tersebut normal. Denyut jantung akan kembali normal saat demam mereda. Namun demikian, beberapa obat pilek dapat juga menimbulkan gejala berdebar seperti golongan efedrin, pseudoefedrin, dan lain-lain. Jadi sebenarnya mungkin bukan antibiotik yang menyebabkan menurunnya gejala berdebarnya.

Panduan Pilih Panty Liner

Salah satu yang cukup mengganggu pada trimester 3 ialah keluarnya banyak sekresi vagina. Supaya bisa lebih nyaman beraktivitas, mamil bisa menggunakan panty liner. Namun, sebaiknya pilih jenis panty liner yang tidak beraroma. “Jenis panty liner berparfum bisa mengiritasi kulit yang sensitif,” kata ‘r.b.athryn 0ercer, dokter spesialis obgin dari 3alo $lto, California. Selain itu, aroma kimiawi ini juga membuat vagina jadi lebih rentan terhadap infeksi jamur ataupun infeksi saluran kemih. Jadi, sebaiknya pilih yang tanpa parfum dan pastikan mamil rajin menggantinya.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Willis Tak Bisa Ditinggal Mama

Begitu lekatnya Willis dengan sang mama sampai –sampai ia tak bisa tidur jika mamanya tak ada. “Kalau ada anak yang tidak mau lekat dengan mamanya itu aneh,” ujar Winda. Sejak menikah dengan Winda Viska Ria tinggal di Tanjung Pinang, kampung halaman sang suami. Tetapi, ia tetap sering bolak-balik (32) pindah dari Jakarta dan Mulyadi Tan (30), Tanjung Pinang–Jakarta untuk melakukan pekerjaan.

Baca juga : Kursus Bahasa Jepang di Jakarta Selatan

Salah satunya, menjadi juri pada ajang pencari bakat menyanyi anak-anak, “Idola Cilik”. Nah, karena jaraknya cukup jauh, ia pun membawa buah hatinya, Willis Mulya Tan (14 bulan) bolak-balik Tanjung Pinang–Jakarta. “Soalnya dia masih menyusu ASI dan maunya menyusu langsung, tidak mau dari botol,” kata penyanyi “Indonesian Idol” angkatan pertama ini. Selain itu, tambah Winda, Willis sangat lekat dengannya sehingga tak mungkin ditinggal di rumah.

“Saya hanya sekali meninggalkannya sehari, setelah itu dibawa terus karena kasihan tidak bisa tidur dan rewel,” papar pemeran Saschya dalam sinetron komedi “2? ce Boy” ini. “Bagaimana mau ditinggal? Willis tidak mau kehilangan bau mamanya saat tidur,” sambung Winda. Soalnya, dua jam saja dia kehilangan bau mamanya, dia akan bangun dan tidak bisa tidur. Walhasil, Winda harus terus berada di sampingnya. Kelekatan ini membuat Winda menerima banyak komentar miring.

“Lekat sekali, pantesan tidak mau digendong orang lain!” ucap Winda menirukan komentar yang pernah didengarnya. Winda santai, ia berprinsip, wajar jika Willis dekat dengan mamanya. “Kalau tidak mau dekat dengan mamanya, itu yang aneh,” tukas Winda. Menurut Winda, kelekatan anak dengan mamanya bagus untuk menumbuhkan sifat positif anak. “Apalagi Willis belum dua tahun,” ujar pelantun lagu “Kutemukan Penggantinya” ini. Namun demikian, Winda punya target untuk perlahan meredakan kelekatan ini. Salah satu caranya, mengajari Willis tidur di kamarnya sendiri. “Dua atau tiga bulan lagi, mudah-mudahan Willis mulai bisa tidur sendiri,” harap Winda.

Sumber : https://eduvita.org/

 

Waswas Juga Kala Anak Sakit

Meski berprofesi sebagai dokter, Reisa tetap waswas kala buah hatinya sakit.  “Ya, saya tetap perlu berkonsultasi ke dokter lain,” aku Broto Asmoro apa yang dilakukan jika si kecil, (29) tentang dr. Reisa Ramania Putri Brotoasmoro (9 bulan), jatuh sakit. Ditemui di sela-sela kesibukan nya kala pengerjaan program “Dr. OZ Indonesia”, Reisa pun bercerita betapa cemas dirinya kala sang buah hati mengalami demam.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

“Waktu itu Anya (panggilan sayang untuk buah hatinya, Red.) demam tinggi. Karena tidak turun-turun, saya jadi waswas, akhirnya Anya pun dibawa ke dokter spesialis anak,” cerita pemilik nama asli Reisa Kartikasari ini. “Soalnya, kalau indikasinya cukup serius, saya kurang pede. Mungkin karena anak sendiri, jadi cepat waswas,” tambahnya. “Jika gangguannya ringan, saya cukup menanganinya sendiri,” ujar istri dari Kanjeng Pangeran Tedjodiningrat Broto Asmoro (38) yang merupakan kerabat dari Keraton Surakarta ini. Maka, ilmu yang diperolehnya di Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan itu pun dipraktikkannya pada Anya.

Mama cantik ini tentu tahu apa yang harus dilakukan jika putrinya batuk-pilek, kolik, demam, atau jatuh dan terluka. “Jadi, tetap terpakai dan saya sering menerapkannya di rumah,” ujar Putri Indonesia Lingkungan 2010 ini. Pendapat dokter lain, terutama spesialis anak, ia perlukan agar merasa lebih yakin akan kepastian diagnosis penyakit dan tumbuh kembang buah hatinya. “Anya pun mendapatkan imunisasi dari dokter lain, bukan saya,” akunya. Ya, dokter umum ini memilih menekuni praktik sebagai dokter kecantikan di sebuah klinik kecantikan di Jakarta.

Selebihnya, ia menikmati kegiatan menjadi host atau pembicara di berbagai kesempatan. Reisa ingin Anya suka membaca. “Bukunya dari kain atau plastik, bisa dipegang, diraba, diremss, dibunyikan,” kata Reisa. “Dia memang belum paham, tapi yang penting sudah dikenalkan.” “Ayo, kita cuci tangan!” ajak Reisa kepada Anya sehabis bermain. “Dengan menjaga kebersihan, hidup akan lebih sehat.” Kesibukan membuat Reisa harus sigap mempersiapkan ASI perah untuk Anya. “Dua sampai empat jam sekali saya pompa. Alhamdulillah, lancar,” kata Reisa.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

 

“Jatuh Cinta” Pada Dokter Kebapakan

Tepat saat buah hatinya, Pratama Wirasanjaya Shilya Patrice Kirana Idris yang akrab disapa Shezy Idris (34), positif hamil anak kedua. (2,7), berusia 2 tahun, Kayana Rizky Kehamilan ini, jelas Shezy, secara tak langsung diberi sinyal oleh Keke, panggilan sayang buah hatinya. “Keke tiba-tiba tidak mau nyusu, sudah diakalakalin tidak mau juga. Sepertinya dia sudah tidak suka lagi dengan ASI,” kata Shezy. Tak berapa lama kemudian tubuh Shezy terasa tidak enak ditambah menstruasinya telat.

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

“Aku segera melakukan test pack dan ternyata positif hamil,” imbuhnya. Menurut Shezy, Keke mungkin sudah merasakan ada perubahan rasa ASI sehingga tidak mau menyusu lagi. “Hikmahnya, selain tahu hamil, saya pun tak perlu repot untuk menyapihnya. Dia berhenti ASI sendiri, tidak perlu ’drama’ seperti orang-orang.” Shezy memeriksakan kehamilannya pada dokter obgin yang membantunya melahirkan Keke. Dokter ini pula yang membantu mamanya saat melahirkan Shezy dan kedua adiknya, Sheza dan Yoghi Idris.

“Jadi, ini dokter keluarga kami,” ujar istri dari Krishna Adhyata Pratama (36) ini. Sebenarnya, waktu hamil anak pertama, Shezy sudah mendatangi tiga dokter obgin di rumah sakit berbeda, tetapi ia merasa lebih cocok dengan dokter yang juga menangani mamanya itu. Maka, meski jarak rumah ke tempat praktik sang dokter cukup jauh dan macet pula, Shezy tak memedulikannya. Ia sudah kadung “jatuh cinta” pada sang dokter. “Dokternya kebapakan, tenang, tidak bikin waswas, memberi obat pun seperlunya, kalau berkonsultasi juga seperti ngobrol antara anak dengan orangtua,” papar Shezy. Selain itu, tambah Shezy, sang dokter pro banget dengan melahirkan normal.

Saat hendak melahirkan anak pertama, Shezy bolak-balik rumah sakit hingga tiga kali karena merasakan mulas yang luar biasa dan sang dokter dengan setia menunggu agar Shezy dapat menjalani persalinan normal. Akan tetapi, karena Shezy sudah tidak kuat, cairan ketuban juga mulai berkurang, akhirnya orangtua Shezy meminta dokter untuk melakukan operasi sesar. Di kehamilan anak kedua ini, Shezy merasa beda banget. “Hamil anak pertama seperti kebo, bisa makan apa saja, nyium wangi-wangian juga bisa,” paparnya.

Namun, di kehamilan anak kedua ini, jangankan makan apa saja, mencium bau nasi ngebul saat lewat di foodcourt saja sudah membuatnya langsung pusing dan keliyengan. “Pokoknya, lebih ringkih dan mudah mabok, juga mudah capek,” kata pemeran ibu penjual air zamzam palsu di FTV “Air Zamzam Palsu” ini. Meski begitu, Shezy tetap merasa luar biasa di kehamilan keduanya ini. Pasalnya, meski sedang hamil, ia tetap mengurus Keke sendirian, tanpa babysitter. Tetap semangat, ya, Shezy!

Mewaspadai Meningitis Pada Bayi Bag2

Bila ada gangguan napas, misalnya, pasien akan diberi ventilator (bantuan pernapasan), dan sebagainya. Yang pasti bayi harus terus mendapat cukup cairan dan nutrisi. Apa akibat dari meningitis? Sekitar 30% bayi yang mengalami meningitis menjadi ca cat (sequelae). Namun tentu ini terkait erat dengan penyebab, usia, berat ringannya gejala, serta terlambat tidaknya penanganan yang diberikan.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Kecacatan akibat meningitis dapat berupa gangguan pendengaran, gang guan bicara, buta kor tikal, hemiparesis (ke lemahan otot pa da salah satu sisi tubuh), quadriparesis (keempat bagian tubuh lemah dari tangan kaki kanan dan kiri) yang mengakibatkan gangguan keseimbangan dan koordinasi. Penderi ta meningitis juga dapat mengalami re tardasi motorik atau perlambatan per kembangan kemampuan. Misal, bayi normal umur 3 bulan seharusnya sudah bisa berguling, tapi bayi yang ini belum bisa.

Bagaimana mencegahnya? Penyebab meningitis bermacam-macam, bi sa virus, bakteri, atau jamur. Namun penyebab terbanyak meningitis pada bayi adalah virus dan bakteri . Penularannya bisa terjadi secara langsung dengan penderita me ningitis (dari percikan ludah, dahak, ingus, bersin, atau cairan tenggorokan). Untuk pencegahan bisa dilakukan secara primer dan sekunder. Pencegahan secara primer sangat penting demi mencegah timbulnya faktor risiko dari meningitis.

Caranya mudah, yakni dengan menjaga kebersihan. Misal, Mama harus mencuci tangan sebelum meme gang bayi, mencuci tangan sebelum memberi ASI, dan bersihkan puting susu sebelum menyu sui. Bagi bayi yang menyusu dari botol, pastikan tidak berbagi botol atau peralatan minum dengan siapa pun. Bahkan, bayi kembar pun masing-masing harus memiliki alat minum/makannya sendiri-sendiri.

Jangan lupa leng kapi imunisasi bayi: imunisasi HIB (Haemophilus Influenza tipe B) untuk mencegah radang otak, PCV (untuk melindungi tubuh da ri bakteri pnemukokus yang bisa menyebabkan meningitis, pneumonia, dan infeksi telinga), serta imunisasi MMR. Untuk waktu pemberian imunisasi, kon sultasikan pada dokter ya, Ma. Oh ya, yang dimaksud pencegahan sekunder adalah mene mukan penyakit sejak dini atau deteksi dini. Karena itulah Mama perlu memerhatikan gejala-gejala meningitis yang telah diuraikan di atas. Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat membantu men cegah meningitis atau setidaknya me minimalisasi dam paknya pada bayi.

Sumber : pascal-edu.com