Desain Interior Toko Buku ala Kontraktor Semarang CV Ratulangi Teknik

Apa saja kegiatan Tobucil?

Desain Interior Toko Buku ala Kontraktor Semarang CV Ratulangi Teknik Kita ada klub membaca, menulis, public speaking, foto cerita, hobi, dan apresiasi. Mengapresiasi karya orang itu harus dipelajari. Terkadang orang itu tidak tahu caranya mengapresiasi karya orang lain. Ketika dia memiliki kemampuan mengapresiasi orang, maka yang diapresiasi akan senang dan orang yang mengapresiasi bisa belajar. Itu akan menjadi sesuatu yang menular dan memberikan semangat baru.

Awalnya klub baca, kenapa berkembang jadi craft?

Pada tahun 2007, kita mereposisi diri. Kegiatan tidak lagi sekadar klub membaca, Tobucil melebarkan sayap menjadi ajang aktualisasi diri. Caranya lewat kegiatan hobi. Saat saya ke Amerika untuk observasi pengembangan kemampuan mendengar kebutuhan komunitas, ternyata di sana banyak toko buku seperti ini yang menjual barang-barang handmade yang dibuat oleh komunitas itu sendiri. Hal ini sangat mengispirasi saya, karena Tobucil tidak mau menerima uang dari sponsor. Dari sinilah lahir kelas-kelas merajut dan kelas craft lainnya. Saya berpikir, kalau mau punya kemandirian sikap, Anda juga harus mandiri secara ekonomi. Hal itulah yang ingin dibuktikan oleh Tobucil.

Jadi craft ini menjadi peluang kemandirian bagi Tobucil?

Ya, karena sesuai dengan karakter yang ada di Tobucil. Pada dasarnya karakteristik komunitas di Bandung itu sangat individual, memang namanya komunitas, sehingga kegiatan hobi ini sangat cocok, karena tidak ada paksaan dan orang pun senang melakukannya.

Pencapaian apa yang sudah Tobucil raih hingga saat ini di bidang craft?

Event Crafty Day adalah sebuah bukti nyata yang telah dicapai Tobucil. Pertama Crafty Day digelar hanya 10 tenant yang berpartisipasi. Dari 10 sekarang kita bisa sampai 40 tenant. Tidak hanya menjual berbagai benda craft, acara ini juga menggelar workshop dan kelas-kelas, ada workshop bikin sabun, klub dongeng, menggambar, paper craft, aksesori kain perca, dan merajut. Barang-barangnya pun berkembang, sekarang sudah banyak yang menjual aksesori rumah, home living, dan lainnya.

Kenapa memilih nama Tobucil dan tidak Tobusar (Toko Buku Besar)?

Tobucil ini ada untuk membuktikan bahwa hal-hal besar selalu berawal dari hal kecil. Tobucil memilih peran menjadi tempat memulai hal-hal kecil tersebut. Tapi tetap menjadi kecil itu bukan hal yang mudah, karena ketika sudah menginjak 13 tahun ini, kita akan mencapai satu titik di mana harus menetukan sikap, mau menjadi besar atau tetap menjadi kecil. Dan Tobucil memilih untuk menjaga komitmen dan konsistensi tetap menjadi kecil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *