Fatwa Ganjil Di Kampus Seni

Caki Arok Subagyo masy gul dengan bergeliatnya pe mahaman yang melarang menggambar makhluk hi dup di kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa ISI Yogyakarta ini menyatakan kebebasan akademis di kampus seni itu telah dibajak oleh sekelompok dosen dan mahasiswa yang berafliasi dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Buat Caki, gerakan itu berbahaya karena sesungguhnya HTI merupakan gerakan politik transnasional yang menentang konsep negara-bangsa dan menganggap demokrasi sebagai setan.

Pandangan HTI, kata Caki, bertentangan dengan Pancasila, dasar negara Indonesia. ”HTI tak menghargai tradisi, karakter, dan kearifan lokal yang selama ini tumbuh subur di ISI,” ujarnya di Yogyakarta, Senin dua pekan lalu. Kekesalan Caki terhadap paham radikal HTI pernah dia sampaikan bersama 300- an orang, di antaranya mahasiswa, petinggi kampus, dosen, alumnus, dan seniman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *