Mewaspadai Meningitis Pada Bayi Bag2

Bila ada gangguan napas, misalnya, pasien akan diberi ventilator (bantuan pernapasan), dan sebagainya. Yang pasti bayi harus terus mendapat cukup cairan dan nutrisi. Apa akibat dari meningitis? Sekitar 30% bayi yang mengalami meningitis menjadi ca cat (sequelae). Namun tentu ini terkait erat dengan penyebab, usia, berat ringannya gejala, serta terlambat tidaknya penanganan yang diberikan.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Kecacatan akibat meningitis dapat berupa gangguan pendengaran, gang guan bicara, buta kor tikal, hemiparesis (ke lemahan otot pa da salah satu sisi tubuh), quadriparesis (keempat bagian tubuh lemah dari tangan kaki kanan dan kiri) yang mengakibatkan gangguan keseimbangan dan koordinasi. Penderi ta meningitis juga dapat mengalami re tardasi motorik atau perlambatan per kembangan kemampuan. Misal, bayi normal umur 3 bulan seharusnya sudah bisa berguling, tapi bayi yang ini belum bisa.

Bagaimana mencegahnya? Penyebab meningitis bermacam-macam, bi sa virus, bakteri, atau jamur. Namun penyebab terbanyak meningitis pada bayi adalah virus dan bakteri . Penularannya bisa terjadi secara langsung dengan penderita me ningitis (dari percikan ludah, dahak, ingus, bersin, atau cairan tenggorokan). Untuk pencegahan bisa dilakukan secara primer dan sekunder. Pencegahan secara primer sangat penting demi mencegah timbulnya faktor risiko dari meningitis.

Caranya mudah, yakni dengan menjaga kebersihan. Misal, Mama harus mencuci tangan sebelum meme gang bayi, mencuci tangan sebelum memberi ASI, dan bersihkan puting susu sebelum menyu sui. Bagi bayi yang menyusu dari botol, pastikan tidak berbagi botol atau peralatan minum dengan siapa pun. Bahkan, bayi kembar pun masing-masing harus memiliki alat minum/makannya sendiri-sendiri.

Jangan lupa leng kapi imunisasi bayi: imunisasi HIB (Haemophilus Influenza tipe B) untuk mencegah radang otak, PCV (untuk melindungi tubuh da ri bakteri pnemukokus yang bisa menyebabkan meningitis, pneumonia, dan infeksi telinga), serta imunisasi MMR. Untuk waktu pemberian imunisasi, kon sultasikan pada dokter ya, Ma. Oh ya, yang dimaksud pencegahan sekunder adalah mene mukan penyakit sejak dini atau deteksi dini. Karena itulah Mama perlu memerhatikan gejala-gejala meningitis yang telah diuraikan di atas. Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat membantu men cegah meningitis atau setidaknya me minimalisasi dam paknya pada bayi.

Sumber : pascal-edu.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *