Ketua Kontingen Minta Atlet Berjuang Maksimal

Dalam dua hari terakhir, Ketua Kontingen atau Chef De Mission Tim Indonesia Asian Games 2018, Komisaris Jenderal Syafrudin, menyambangi sesi latihan atlet atletik di Jakarta dan tim voli pantai di Jakabaring, Palembang. Dia meminta tim voli pantai Indonesia bertarung semaksimal mungkin untuk meraih medali emas. “Harus berani bertarung dan melawan musuh, dong. Apalagi tuan rumah,” kata Komisaris Jenderal Syafrudin di Palembang, kemarin.

Syafrudin mengatakan tim voli Indonesia termasuk yang diunggulkan untuk meraih medali emas. Dia berharap hal itu bisa dibuktikan saat pertandingan. Bahkan, dia berjanji akan memberikan dukungan secara langsung. “Saya usahakan akan menonton,” kata dia. Menurut dia, atlet kadang hanya bisa melawan musuh-musuhnya secara maksimal saat di kandang sendiri, tapi lemah ketika bertanding di luar negeri. Dia mengatakan jarang sekali ada atlet yang tangguh di luar negeri tapi lemah di rumah sendiri. “Melawan di luar negeri itu membuktikan mentalnya kuat, apalagi melawan di rumah sendiri, mentalnya pasti lebih kuat,” tutur Syafrudin.

Gyoza Udang ala Catering Pernikahan Murah dan Enak di Jakarta

Gyoza Udang ala Catering Pernikahan Murah dan Enak di Jakarta. Bahan Kulit: 80 gr tepung tangmien 40 gr tepung sagu 100 ml air panas 1 sdm minyak goreng Bahan Isi (Aduk Rata): 200 gr udang pancet, kupas, cincang kasar 1 btg daun bawang, iris halus 75 gr rebung kaleng, cincang kasar 1/2 sdt garam 1/8 sdt merica bubuk 1 sdt kecap ikan 2 sdm minyak wijen 1/2 sdm maizena

Cara Membuat untuk 12 buah : 1. Kulit, campur tepung tangmien dan tepung sagu. Tuang air panas secara sedikit demi sedikit sambil diaduk cepat sampai terlihat menggumpal. Bungkus dengan plastik. Diamkan 10 menit. 2. Uleni adonan sambil ditambahkan minyak sedikit-sedikit. Uleni hingga lembut. 3. Gulung adonan memanjang. Potong 1/2 cm. Tutup dengan kain lembap. 4. Ambil 1 bagian adonan. Giling sampai tipis. Plong dengan ring bulat diameter 8 cm. 5. Beri isi. Lipat-lipat kecil pada salah satu sisinya. Bengkokkan sedikit ke bagian belakang kulit. 6. Goreng pada wajan antilengket berisi air dan minyak goreng hingga terlihat matang.

Tempura

Bahan: 350 gr udang jerbung, kupas, sisakan ekornya 1/4 sdt garam 1/8 sdt merica bubuk 1 sdt air jeruk lemon

Bahan Pelapis: 100 gr tepung terigu Bahan Pencelup: 200 gr tepung terigu protein sedang 50 gr tepung beras 30 gr tepung bumbu siap pakai 1 sdt garam 2 bh kuning telur, kocok lepas 1/2 sdt merica bubuk 500 ml air dingin

Bahan Saus (Aduk Rata): 100 ml light soy sauce 75 gr jahe, parut 2 siung bawang putih, parut

Cara Membuat 20 buah: 1. Lumuri udang dengan garam, merica bubuk, dan air jeruk lemon. Diamkan 15 menit. 2. Ambil udang, kerat-kerat bagian perutnya, memarkan dengan punggung pisau sampai lurus dan memanjang. 3. Aduk rata bahan pencelup. 4. Ambil satu buah udang. Gulingkan di atas bahan pelapis sambil dipijat-pijat. 5. Celup udang ke dalam bahan pencelup. Masukkan udang ke dalam wajan. 6. Ciprat-ciprat adonan di sisi wajan. Tuang dengan cara sedikit adonan tepung di atas udang kemudian kumpulkan remahan adonan pencelup pada badan udang sampai menempel. 7. Goreng sampai matang dan kering. 8. Sajikan tempura hangat bersama saus.

 

Penghitungan Stok Bahan Baku Usaha Roti Bakar Bag4

  • Buat Daftar Jumlah Belanja Bahan Setelah membuat catatan kebutuhan bahan seberti poin 1, sempurnakan catatan jumlah belanja bahan dengan poin 2. Maka, Anda sudah bisa membuat Daftar Belanja Bahan, dengan asumsi belanja tiap hari atau 2 hari sekali. Di bawah ini contoh Daftar Belanja Bahan dengan asumsi belanja tiap 2 hari: Bahan: Belanja Tanggal 1: Belanja Tanggal 3: 1. Roti Tawar 20 20 2. Coklat Leleh 4 ­ 3. Keju 2 ­ *Keju dan coklat akan dibeli kembali pada tanggal-tanggal berikutnya.
  • Belanja Bahan dengan Cek Stok Kendati Anda sudah membuat dan mengatur Daftar Belanja Bahan, akan lebih baik jika sebelum berbelanja lakukan cek stok terlebih dulu. Dalam usaha kuliner selalu ada kemungkinan penjualan tidak konsisten setiap hari. Kadang ramai, kadang sepi. Untuk menghindari kehabisan atau kelebihan stok bahan karena kondisi tak menentu atau tak sesuai perhitungan rata­rata, akan lebih baik mengecek sekali lagi stok meski sudah ada patokan jumlah belanja bahan. Setelah mengecek stok, Anda bisa mengurangi atau menambah daftar jumlah belanja agar stok tetap aman.

Ikan Bakar Aroma Terasi ala Catering Jakarta Barat

Ikan Bakar Aroma Terasi ala Catering Jakarta Barat – Bahan: 2 ekor ikan ekor kuning, kerat-kerat 25 gr margarin, lelehkan 1/4 sdt merica bubuk 1/4 sdt garam 100 ml air 1 sdt air jeruk nipis 3 sdm kecap manis 500 ml minyak, untuk menggoreng 3 sdm minyak, untuk menumis Bumbu Halus: 3 bh kemiri, sangrai 1 sdt terasi, bakar 4 bh cabe merah besar, goreng 2 bh cabe merah keriting, goreng 6 btr bawang merah 3 siung bawang putih

Cara Membuat Untuk 2 porsi: 1. Olesan, panaskan minyak tumis bumbu halus hingga harum. Bubuhi garam dan merica bubuk. Aduk rata. Tuang air. Masak hingga kental. 2. Masukkan kecap manis dan margarin. Aduk rata. Sisihkan. 3. Lumuri ikan pakai air jeruk nipis, merica bubuk, garam, lalu Diamkan selama 15 menit. 4. Panaskan minyak goreng. Goreng ikan hingga setengah matang. Sisihkan. 5. Lumuri ikan dengan olesan. 6. Bakar dan sambil diolesi dengan sisa bumbu hingga tercium bau harum dan terlihat matang.

Gadon Tahu Kornet Untuk 10 porsi

Bahan: 75 gr kornet 250 gr tahu putih, haluskan 100 gr jamur tiram, potong-potong 1 btg daun bawang, iris halus 3 bh cabai rawit merah, iris halus 1 sdt garam 1/8 sdt merica bubuk 1 sdt gula pasir 3 btr telur, kocok lepas 2 sdm minyak, untuk menumis 3 lbr daun pisang, untuk takir Bumbu Halus: 2 btr kemiri, sangrai 2 lbr daun jeruk, buang tulang daunnya 2 siung bawang putih 3 btr bawang merah 1 bh tomat merah

Cara Membuat: 1. Panaskan minyak. tumis bumbu halus sampai harum. Angkat. 2. Masukkan garam, gula pasir, merica bubuk, pada bumbu halus. Dan Aduk hingga rata. Sisihkan. 3. Campur rata kornet dan tahu. Masukkan jamur tiram, daun bawang dan cabai rawit. Aduk rata. 4. Masukkan campuran bumbu halus. Aduk rata. Tambahkan telur. Aduk rata. 5. Tuang ke takir yang telah ditata pada loyang loaf. 6. Kukus di dalam kukusan di atas api sedang 30 menit sampai matang.

Honda Test Drive Collection

Apakah Anda loyalis Honda? Atau ingin beli mobil bekas Honda tapi belum paham spesifikasinya? Sebagai jawabannya, Auto Bild Indonesia meluncurkan e-magazine bertajuk Auto Drive yang sudah memasuki volume ke-2. Auto Drive volume 2 memuat semua tes yang pernah dilakukan pada produk mobil Honda. Baik itu berlabel First Impression, First Drive, hingga Test Drive. Tersaji lengkap berikut boks spesifikasi, data pengetesan, hingga kelebihan dan kelemahannya.

Produk yang ditampilkan juga terbilang komplet. Sejak dari tahun produksi 2008 hingga 2014. Mulai dari Freed, City, Civic, Accord, Odyssey, CR-V, Brio sampai dengan Jazz. Bahkan tak ketinggalan produk fenomenal di sektor LCGC yakni Brio Satya dan jagoan baru Honda di sektor Compact MPV yakni Mobilio. Nah, bagi Anda penggemar mobil Honda, e-magz ini jelas sebuah pilihan menarik untuk dikoleksi.

Anda bisa paham seluk beluk berbagai produk Honda cukup dengan membukanya di gadget. Bagi Anda yang ingin membeli mobil bekas Honda, artikel yang ada di dalamnya juga merupakan referensi terpercaya yang bisa diandalkan. Anda dapat membeli Auto Drive Volume 2 di Scoop atau Wayang Force. Bisa pula di toko buku digital lainnya seperti Scania dan Majalah Indonesia. Harganya pun sangat terjangkau, hanya Rp 14.000. Dan perlu diingat, tidak ada versi cetaknya.

Pai Keju Daging Untuk 17 buah ala Catering Kantor Jakarta

Pai Keju Daging Untuk 17 buah ala Catering Kantor Jakarta

Bahan Kulit: 100 gr margarin 1/2 sdt garam 1 bh kuning telur 200 gr tepung terigu protein sedang 25 gr keju cheedar parut 1/2 sdm susu cair 1/2 sdt baking powder

Bahan Isi: 200 ml susu cair 75 gr keju cheddar parut 1/4 sdt garam 1 bh kuning telur 25 gr maizena, larutkan dengan 50 ml susu 1 sdm margarin 2 lbr daging burger, potong-potong kecil 100 gr keju cepat leleh

Cara Membuat: 1. Kulit, campur margarin, telur, tepung terigu, susu, keju, baking powder dan garam. Aduk sampai berbutir-butir. 2. Giling tipis adonan. Cetak di dalam cetakan pai kecil. Tusuk-tusuk dengan garpu. 3. Oven dengan api bawah pada suhu 160 derajat Celsius, 10 menit sampai setengah matang. Sisihkan. 4. Isi, rebus susu cair, keju, dan garam sambil diaduk di atas api kecil sampai keju larut. Matikan api. Masukkan telur. Aduk cepat. Nyalakan kembali. 5. Masukkan larutan maizena. Masak sambil diaduk sampai meletup-letup. Angkat. 6. Tambahkan margarin. Aduk rata. Masukkan daging burger. Aduk rata. 7. Tuang ke atas pai. Taburi keju. Oven dengan suhu 180 derajat Celsius, 20 menit sampai keju meleleh.

Sus Wijen Isi Jamur Untuk 38 buah

Bahan: 250 ml air 125 gr margarin 1/2 sdt garam 1/2 sdt gula pasir 150 gr tepung terigu protein sedang 2 sdt wijen hitam 200 gr telur

Bahan Isi: 3 siung bawang putih, cincang 150 gr jamur tiram, cincang kasar 3 sdm tepung terigu 3 sdm susu bubuk, larutkan bersama 350 ml kaldu ayam 2 bh sosis sapi, potong kotak kecil 1/8 sdt garam 1/4 sdt merica bubuk 1/8 sdt gula pasir 2 sdm margarin, untuk menumis

Cara Membuat: 1. Masak air, margarin, gula pasir, dan garam sampai terlihat mendidih. Lalu Matikan api. Masukkan tepung terigu sedikit-sedikit. Aduk rata. Nyalakan api kembali. Aduk hingga kalis. Aduk rata. Angkat. Dinginkan. 2. Tambahkan telur sedikit-sedikit sambil dikocok rata. Masukkan adonan ke dalam plastik segitiga tanpa spuit. Semprotkan adonan ke dalam loyang yang sudah diolesi margarin. 3. Oven dengan api bawah pada suhu 200 derajat Celsius, 35 menit hingga matang. Dinginkan. 4. Tumis bawang putih sampai harum. Masukkan jamur. Aduk sampai setengah layu. Masukkan tepung terigu. Aduk hingga berbutir. 5. Tuang campuran susu sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga meletup-letup. 6. Masukkan jamur, sosis sapi, garam, merica, dan gula. Aduk kembali. Angkat. 7. Belah sus tidak putus. Semprotkan isi.

MARQUEZ & ROSSI Kompak Pilih Ban

MARQUEZ & ROSSI Kompak Pilih Ban – Pteknis saja, melainkan kreativitasnya. ada ronde lima MotoGP di sirkuit Le Mans, Perancis (19/5) para pembalap diuji bukan hanya dari kesiapan Terkait dengan kondisi cuaca di Le Mans yang kerap tidak terduga, apalagi kelembaban udara sedang tinggi sepanjang akhir pekan tersebut. Mulai dari cuaca cerah, hujan gerimis dan tiba-tiba hujan deras kerap mengguyur sirkuit sepanjang 4,18 km itu. Kreativitas diuji untuk bisa memilih ban yang tepat selama lomba. Seperti dilakukan Valentino Rossi (Monster Energy Yamaha MotoGP) di sesi kualifikasi pertama(Q1). Penampilan Rossi memang tidak begitu impresif di semua sesi latihan bebas. Ia memilih menyiapkan motor agar sehat saat kondisi basah ataupun kering. Saat Q1 (18/5) baru dimulai, hujan baru reda dan sirkuit masih basah. Setelah agak kering, pembalap 40 tahun itu langsung memakai ban slick dan mencatat waktu tercepat. “Cukup efektif dan beruntung, karena setelah saya mendapatkan waktu tersebut hujan kembali turun,” ujarnya. Saat masuk ke Q2, ia langsung menggunakan ban basah sejak awal dan menempati grid lima untuk memulai lomba. Rossi pun punya kesiapan matang di kondisi basah atau kering. Jadi saat race day, ia lebih siap di kedua kondisi.

Demikian juga dengan Marc Marquez (Repsol Honda Team) yang mempertimbangkan strategi untuk dua kondisi cuaca. Pilihan ban Marquez dan Rossi saat sesi warm up juga kerap ditiru pembalap lain. Benar saja, saat balapan kondisi lintasan lembab kian mengering dan ban kompon lunak jadi favorit banyak pembalap. LATE BRAKING Kombinasi ban kompon lunak di sirkuit yang suhunya rendah memang jadi pilihan tepat. Tapi di separuh balapan, pasti suhu aspal akan makin meningkat. “Maka strategi paling benar adalah mengandalkan pengereman,” kata Marquez. “Di awal balapan, saya mengerem agak lebih jauh untuk menghemat ban, setelah aspal makin kering baru menggunakan teknik late braking untuk mempertajam waktu. Ini berguna untuk menjaga kondisi ban stabil sampai balapan selesai,” tambahnya. Namun pembalap asal Spanyol ini mendapatkan perlawanan yang cukup kuat dari Jack Miller (Pramac Racing) di 10 lap pertama. Marquez hanya meladeninya, tanpa memikirkan bagaimana cara membuka jarak yang signifikan. Setelah ‘menyiksa’ ban Ducati Desmosedici GP19 milik Miller, membuat performa pembalap asal Australia itu menurun. Giliran Marquez diburu duo Mission Winnow Ducati Team, Andrea Dovizioso dan Danilo Petruci. “Di Le Mans tahun lalu, saya kalah tenaga oleh Ducati di banyak sektor. Di tahun ini, setelah mereka mendekatiku, saya merasa ada peluang untuk meninggalkanya dan melepaskan semua kekuatan asli dari Honda RC213V yang sudah ditingkatkan. Hasilnya bagus, saya jauh lebih cepat di penghujung balapan dan mengalahkan tiga Ducati sekaligus,” papar Marquez.

Perbedaan performa Marquez di awal balap dan menjelang akhir memang dirasakan benar oleh Dovizioso. Tidak biasanya ia ditinggal jauh oleh Marquez saat di trek lurus, ini lah yang membuatnya lebih fokus untuk mengamankan podium dua. Sementara itu, podium ketiga menjadi milik Petrucci. Torehan pertama kalinya di musim ini Ducati meraih podium ganda, juga sebagai tim pertama yang mendominasi podium. “Jelas ini adalah hasil yang sudah saya inginkan yaitu meraih podium di tim Ducati pabrikan dan berhasil mempersembahkannya hari ini,” ujar Petrucci. “Tahun lalu saya juga tampil cepat di Le Mans, dan mempertahankan podium di LeMans jelas adalah sebuah hasil yang sudah saya targetkan. Marquez sangat kuat, begitu juga dengan Dovi. Yamaha tidak bisa disepelekan, meski mereka menyerah di penghujung balapan,” lanjutnya. Marquez kini masih di puncak klasemen sementara dengan 95 point, Dovizioso naik ke peringkat kedua dengan selisih delapan angka dari Marquez dan Alex Rins (Team Suzuki Ecstar) yang finish di posisi 10 harus puas turun ke peringkat tiga dengan 75 point.

MASIH SULIT DENGAN MOBIL BARU

MASIH SULIT DENGAN MOBIL BARU – Formula E musim 2018/2019 jadi musim dengan perubahan siginifikan bagi balap formula listrik ini. Mulai bentuk mobil, regulasi balap dan teknis. Makanya tak heran beberapa pembalap yang sudah senior pun kini berlaga seperti rookie yang belajar dari awal lagi. Misalnya dengan tata cara lomba yang tadinya menggunakan sistem lap dan mengganti mobil tiap 50% dari total jumlah lap, kini hanya menggunakan satu mobil saja. Balapan pun dihitung dengan total 45 menit dan satu lap tambahan sebagai penentu. Juga Attack mode, sebuah zona yang memberikan tambahan tenaga bagi mobil yang melintasinya. Namun, zona tersebut berada di luar racing line, sehingga harus lebih pintar dalam menentukan strategi. “Saya merasakan banyak tantangan di musim ini. Jelas bukan hal mudah menyesuaikan diri dengan mobil dan regulasi yang baru,” ujar Jean Eric Vergne, pembalap DS Techeetah yang sudah ikut Formula E sejak musim pertamanya.

Baca Juga : Judi Via Pulsa

TAK TERDUGA Pembalap yang bisa disapa JEV ini juga merupakan juara dunia Formula E 2017/2018, melihat banyak perbaharuan. Ia pun sempat ragu untuk menargetkan diri mempertahankan gelar. Benar saja, jalannya balapan kerap tak terduga dengan delapan pemenang dari delapan balapan yang digelar. Perbedaan pemenang itu disebabkan karena beberapa hal. Misalnya, lebar sirkuit jalan raya yang berbeda di setiap negara, jadi alasan utama. Jadi titik untuk ambil alih posisi akan lebih sempit. Jadi siapa yang dapat front row saat start, balapan sudah selesai separuh jalan baginya. Hal lainnya, pembalap di posisi terdepan kerap tidak bisa melakukan slipstreaming. Kerja mobil jadi lebih berat dan baterai lebih boros. Saat kondisi mobil pembalap terdepan sudah melemah, jelas itu jadi celah utama untuk overtaking dan jadi pemenang di lap terakhir bagi pembalap lain. Masalah ini dipahami betul oleh Pascal Wehrlein (Mahindra Racing) saat ronde ketiga di Chili. Saat ia kehilangan kemenangan di sana dan harus finish di posisi kedua dengan mobil yang kehabisan daya. Nah sekarang Formula E menyisakan empat ronde di tiga negara. Balap berikutnya di Berlin, Jerman (25/5) jadi kans besar untuk Andre Lotterer (DS Techeetah) untuk ambil alih peringkat puncak klasemen dari JEV. Apalagi ini adalah home race bagi pembalap 37 tahun tersebut. “Angka di klasemen sangat tipis. Peluang saya untuk menempati peringkat teratas kembali terbuka lebar saat home race saya nanti,” tutur Lotterer. Ia dan JEV hanya berjarak satu angka di klasemen, sehingga belum bisa diprediksi siapa yang punya kans kuat sebagai juara dunia. Ini karena ketatnya persaingan dan pemenang yang berbeda tiap ronde, sehingga juara dunia baru bisa diperkirakan saat memasuki dua ronde terakhir di Amerika Serikat (13-14/7).

SuPPort tim Privateer

SuPPort tim Privateer – Sebagai pelumas produk ke- banggaan Indonesia, Federal Oil tak hanya berkiprah di kejuaraan dunia Moto2 untuk menguatkan brand image mereka. Tapi juga terlibat di kejuaraan Asia Road Racing Championship (ARRC) 2015. Di kejuaraan balap tingkat Asia seri 2 yang digelar di sirkuit Sentul (5-7/06) lalu, Federal Oil mensponsori salah satu tim privateer (non pabrikan) dari Indonesia, yaitu Honda Wahana Dunia Motor yang mengawali debutnya dengan menurunkan pembalap wildcard di kelas Supersport 600 cc, M. Dwi Satria. Ini adalah bentuk kepedulian terhadap peningkatan kualitas tim balap. “Tujuan kami menurunkan pembalap wildcard di ARRC 2015 seri 2 ini adalah sebagai langkah meningkatkan level pembalap dan lintasan semi permanen ini. Dari pada mereka beradu skill di jalanan umum, malah bisa mengganggu dan membahayakan keselamatan para pengguna jalan lain,” buka Sumber Agung Rizki dari Sumber Production selaku penyelenggara. Terbukti sebanyak 360 penggemar cornering memadati sirkuit Brigif Cimahi. Karena belum ada regulasi baku, maka peraturan dibuat sangat longgar. Pertama, pesertanya wajib bukan dari kalangan pembalap. Kemudian diperbolehkan tidak memakai wearpack asalkan menggunakan safety gear yang lengkap dan aman seperti body protector, helm serta pelindung lutut promotor event. Ditambahkannya, toh balap ini juga sifatnya resmi. “Dengan biaya pendaftaran hanya sekitar Rp 100.000 (untuk kelas Pemula dan tim. Sebab di event seperti inilah pembalap dan tim akan terbiasa dengan atmosfer balap internasional,” ujar Jimmy S Winata, pemilik tim. Non Pembalap), serta Rp 150.000 (untuk kelas Open), para pembalap sudah mendapat segala fasilitas.

Bahkan kami juga memberikan hadiah buat yang menang,” lanjut Meski sebagai pembalap tim privateer yang berstatus wildcard di ARRC, namun M. Dwi Satria yang menyandang nomor start 81 ini bisa langsung bersaing dengan para pembalap tim pabrikan dari Indonesia sendiri, maupun dari negara-negara Asia dan Australia. Pada race ke-2, pembalap Federal Oil ini menempati urutan ke-12. Jauh memang. Tapi jika dilihat pembalap yang menempati urutan ke-1 sampai 11 itu adalah pembalap tim pabrikan (Honda, Yamaha, Kawasaki maupun Suzuki), maka bisa dibilang penampilan M. Dwi Satria ini tidak jelek. “Target saya di balap Asia ini tampil maksimal dan memperbaiki catatan waktu sebagai modal di Kerjunas Supersport 600 cc nanti. Persaingan di balap Asia cukup ketat, kalau cuma balap biasa pasti tercecer di belakang. Saya berusaha sekuat tenaga sampai limit,” jelas M Dwi Satria. Pada race 1, M Dwi Satria 1 gagal menyelesaikan lomba. Dia dan siku. “Aturan baku memang belum kami miliki. Tapi ke depannya hal ini pasti akan kami buat. Yang pasti, teman-teman cornering ini menyambut gembira dengan diberikan wadah untuk mengekspresikan minat dan bakat di Brigif 15 Kujang II Cimahi,” tutup Iwan Kusmawan ketua Jawa Barat Cornering (JBC) yang rajin melakukan latihan rutin di sirkuit Brigif 15 Kujang II Cimahi setiap hari Sabtu. (Naskah & Foto: yudha) pria ramah ini. Sesuai pantauan OP, fasilitas yang dimaksud memang seperti balap beneran. Perizinan lengkap, asuransi, timer, komputerisasi pendaftaran, papan penunjuk waktu balap, paddock permanen, tribun penonton dan juga mulai memakai seponsor. Tak heran dari 150-an starter yang dipatok panitia sebagai target, ternyata ada sebanyak 248-an starter ikut ambil bagian.

“Ini sangat di luar dugaan kami. Bahkan kami sampai menolak peserta. Justru karena sifatnya hanya latihan bersama atau fun drag bike inilah maka para pembalap pemula dan pembalap liaran banyak yang ikut,” buka Agung GDS sambil menginfokan, ada 3 orang pembalap senior juga lho yang ikut. Salah satunya adalah Deny Kunting. “Kami ikut event ini sebagai persiapan menghadapi event balap Ramadhan nanti. Uji coba setting mesin motor baru,” kata Deny. Sedangkan bagi RF Kiky, seorang pembalap pemula, event latihan bersama ini digunakannya untuk menambah jam terbang mengejar prestasi. “Mumpung semuanya pembalap pemula, jadi nggak minder,” ungkap Kiky. (Naskah & Foto: Riy@n) terjatuh karena bersaing sengit dengan pembalap lain pada lap 1 di tikungan 6 – 7, atau biasa disebut ’S Kecil’. Saat kualifikasi, M. Dwi Satria bisa membukukan catatan waktu 1 menit 30.702 detik. Waktu ini diperoleh dengan motor baru. Pasalnya pada sesi latihan resmi hari Jumat, M. Dwi Satria mengalami insiden sehingga Honda CBR600R pacuannya rusak parah. “Perolehan posisi 9 di kualifikasi tidak mudah bagi M Dwi Satria di ajang balap kelas Supersport 600 cc Asia. Terlebih dirinya sebagai pembalap wild card dan baru tahun ini dia fokus di balap Supersport 600cc,” tutup Mardiani Indriastuti, Manager Product and Field Marketing PT Federal Karyatama (FKT)

Latian Bareng Drag Race Pembalap Liar di Kota Bunga

Latian Bareng Drag Race Pembalap Liar di Kota BungaPujian patut diberikan pada pihak pengelola Gantiwarno Drag Strip (GDS) Klaten, Jawa Tengah yang menggelar GDS Fun Drag Bike di moment bulan puasa ini (16/06). Bagaimana tidak. Di tengah rehatnya event balap, dengan cerdik mereka menggelar event balap yang diberi embel-embel ‘fun’. Jadi bukan kompetisi, tapi lebih bersifat latihan bersama para pembalap drag bike se-Jateng dan DIY, dan juga pembalap liar! “Sebenarnya acara ini sering kami adakan tiap bulan. Tujuan kami adalah untuk menampung para pembalap pemula dan mereka yang suka balap liar. Dari pada balap liar di jalan umum yang sangat membahayakan, alangkah baiknya jika bakat balap mereka disalurkan di tempat ini,” buka Agung GDS selaku pengelola sirkuit sekaligus promotor event. Ditambahkannya, toh balap ini juga sifatnya resmi. “Dengan biaya pendaftaran hanya sekitar Rp 100.000 (untuk kelas Pemula dan tim. Sebab di event seperti inilah pembalap dan tim akan terbiasa dengan atmosfer balap internasional,” ujar Jimmy S Winata, pemilik tim. Non Pembalap), serta Rp 150.000 (untuk kelas Open), para pembalap sudah mendapat segala fasilitas. Bahkan kami juga memberikan hadiah buat yang menang,” lanjut pria ramah ini.

Sesuai pantauan OP, fasilitas yang dimaksud memang seperti balap beneran. Perizinan lengkap, asuransi, timer, komputerisasi pendaftaran, papan penunjuk waktu balap, paddock permanen, tribun penonton dan juga mulai memakai seponsor. Tak heran dari 150-an starter yang dipatok panitia sebagai target, ternyata ada sebanyak 248-an starter ikut ambil bagian. “Ini sangat di luar dugaan kami. Bahkan kami sampai menolak peserta. Justru karena sifatnya hanya latihan bersama atau fun drag bike inilah maka para pembalap pemula dan pembalap liaran banyak yang ikut,” buka Agung GDS sambil menginfokan, ada 3 orang pembalap senior juga lho yang ikut. Salah satunya adalah Deny Kunting. “Kami ikut event ini sebagai persiapan menghadapi event balap Ramadhan nanti. Uji coba setting mesin motor baru,” kata Deny. Sedangkan bagi RF Kiky, seorang pembalap pemula, event latihan bersama ini digunakannya untuk menambah jam terbang mengejar prestasi. “Mumpung semuanya pembalap pemula, jadi nggak minder,” ungkap Kiky