SOEHARTO DIPERJUANGKAN JADI PAHLAWAN

SOEHARTO DIPERJUANGKAN JADI PAHLAWAN

MUSYAWARAH Nasional Luar Biasa Partai Golkar, yang ditutup pada Selasa pekan lalu, mengamanatkan kepada Ketua Umum Setya Novanto untuk mendorong pemberian gelar pahlawan nasional bagi mantan presiden Soeharto. Sekretaris Jenderal Idrus Marham mengatakan Soeharto memiliki banyak peran dalam pembangunan. Golkar menilai komunikasi politik kepada masyarakat mengenai Soeharto diperlukan agar publik tak hanya melihat kelemahan Soeharto.

Setya menyatakan terus berupaya. Salah satunya dengan melobi fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat. ”Kami juga mengupayakan gelar pahlawan bagi mantan presiden lain,” katanya. Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kementerian Sosial Hartono Laras mengatakan keputusan pemberian gelar di tangan presiden. Menurut dia, nama Soeharto diajukan untuk mendapat gelar sejak 2011. ”Kami tidak tahu pertimbangan belum memberikan gelar p a h l a w a n , ” ujarnya.

KPK PERIKSA SEMBILAN PEJABAT KOMISI Pemberantasan Korupsi memeriksa sembilan pejabat Pemerintah Provinsi Riau di Ruang Visualisasi Tugas Kepolisian Sekolah Polisi Negara, Pekanbaru, Selasa pekan lalu. Pemeriksaan ini terkait dengan kasus alih fungsi lahan yang melibatkan mantan Gubernur Riau Annas Maamun serta dua pengusaha, Edison Marudut Marsadauli Siahaan dan Gulat Manurung.

Mereka diperiksa untuk tersangka Edison. ”Mereka ditanyai soal peran tersangka sebagai penyuap,” kata Kepala Pemberitaan KPK Priharsa Nugraha. Sembilan pejabat Riau itu adalah Kepala Biro Administrasi Pembangunan Riau Indra; mantan Kepala Dinas Cipta Karya yang kini menjabat Wakil Bupati Bengkalis, Muhammad; pegawai negeri Dinas Kehutanan, Cecep; fungsionaris Dinas Cipta Karya, Welman Siahaan; mantan Kepala Dinas Kesehatan Zainal; Kepala Badan Lingkungan Hidup Yulwirawati Moesa; Direktur Utama Rumah Sakit Petala Bumi, Yusi Pratiningsih; mantan Direktur Utama Rumah Sakit Umum Arifin Ahmad, Anwar Beth; serta mantan anggota staf ahli gubernur, Guntur.

KPK menetapkan Edison sebagai tersangka pada 30 November 2015. Edison diduga menyuap Annas dalam pengurusan izin alih fungsi lahan hutan untuk kebun kelapa sawit di Riau. Edison membantah menyuap Annas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *