Toko Buku Dan Craft Yang Dilengkapi Dengan Genset

Toko Buku Dan Craft Yang Dilengkapi Dengan Genset. Harga genset yang murah untuk sebuah toko buku bisa didapatkan melalui Distributor Jual Genset Surabaya yang memberikan potongan harga dan garansi resmi.

Mendirikan sebuah toko buku adalah impiannya sejak dulu. Lambat laun, keinginan merambah bidang lain muncul, membuat usahanya tidak sekadar terkait literatur. Craft menjadi tumpuan lain usahanya. Tapi tetap menjadi kecil itu bukan hal yang mudah, karena ketika sudah menginjak 13 tahun ini, kita akan mencapai satu titik di mana harus menetukan sikap, mau menjadi besar atau tetap menjadi kecil.

Toko Buku Kecil (Tobucil), begitulah Tarlen Handayani, menamakan toko bukunya. Tobucil adalah usaha kecil miliknya yang sudah berumur 13 tahun. Selama itulah Tobucil berkembang dari yang semula hanya menjual buku dan mengadakan kelas membaca, menjadi sebuah usaha seni dan kerajinan tangan.

Awalnya sederhana, hanya membuka kelas kelas merajut dan lambat laun kelas itu menjelma menjadi sebuah pameran seni, Crafty Day namanya. Di acara inilah, para crafter dari berbagai wilayah berkumpul untuk memperkenalkan karya mereka. Namun, bukan hal yang mudah untuk mencapai itu semua. Butuh usaha dan kerja keras, serta komitmen untuk terus menjalaninya. Uniknya, Tarlen tidak pernah mengharapkan Tobucil-nya menjadi besar dan sukses.

Walaupun sebenarnya usaha miliknya sudah ‘ngetop’ dari mulut ke mulut. Rupanya Tarlen punya pemahaman lain tentang besar dan sukses ini. Wanita kelahiran 30 Maret 1977 ini tetap memilih untuk menjaga komitmen dan konsistensi untuk tetap menjadi kecil. Baginya bukan menjadi besar esensinya, tapi bagaimana ia mampu melalui setiap proses kegagalan dan bangkit untuk memulainya kembali. Bagaimana perjalanannya bersama Tobucil-nya? Inilah perbincangan dengan sosok pecinta buku sekaligus penulis ini.

Bagaimana awalnya membangun Tobucil?

Ceritanya, pada awal tahun 2000-an, saya bersama dengan 2 teman lainnya memiliki mimpi yang sama, yaitu membuka toko buku kecil. Namun, baru beberapa tahun berjalan, 2 orang teman tersebut memutuskan untuk mengundurkan diri. Akhirnya tinggal tersisa saya dan saya putuskan untuk tetap melanjutkan usaha ini. Modalnya pun kecil hanya Rp1,5 juta dan selebihnya mengandalkan jejaring pertemanan.

Apa yang membuat Tobucil bisa bertahan hingga sekarang?

Saya memiliki keyakinan kalau saya tidak bisa melewati masa ini, maka saya tidak bisa mengerjakan sesuatu yang lebih dari Tobucil. Saya percaya bahwa Tuhan itu memberikan cobaan pasti ada alasannya. Tuhan yakin kita bisa melewatinya. Ternyata di setiap kesulitan yang pernah dialami oleh Tobucil, selalu datang pertolongan yang tidak pernah saya duga. Hal itulah yang membuat saya percaya bahwa sesuatu yang dimaksudkan sebagai niat baik, akan selalu menemukan jalannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *