Waswas Juga Kala Anak Sakit

Meski berprofesi sebagai dokter, Reisa tetap waswas kala buah hatinya sakit.  “Ya, saya tetap perlu berkonsultasi ke dokter lain,” aku Broto Asmoro apa yang dilakukan jika si kecil, (29) tentang dr. Reisa Ramania Putri Brotoasmoro (9 bulan), jatuh sakit. Ditemui di sela-sela kesibukan nya kala pengerjaan program “Dr. OZ Indonesia”, Reisa pun bercerita betapa cemas dirinya kala sang buah hati mengalami demam.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

“Waktu itu Anya (panggilan sayang untuk buah hatinya, Red.) demam tinggi. Karena tidak turun-turun, saya jadi waswas, akhirnya Anya pun dibawa ke dokter spesialis anak,” cerita pemilik nama asli Reisa Kartikasari ini. “Soalnya, kalau indikasinya cukup serius, saya kurang pede. Mungkin karena anak sendiri, jadi cepat waswas,” tambahnya. “Jika gangguannya ringan, saya cukup menanganinya sendiri,” ujar istri dari Kanjeng Pangeran Tedjodiningrat Broto Asmoro (38) yang merupakan kerabat dari Keraton Surakarta ini. Maka, ilmu yang diperolehnya di Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan itu pun dipraktikkannya pada Anya.

Mama cantik ini tentu tahu apa yang harus dilakukan jika putrinya batuk-pilek, kolik, demam, atau jatuh dan terluka. “Jadi, tetap terpakai dan saya sering menerapkannya di rumah,” ujar Putri Indonesia Lingkungan 2010 ini. Pendapat dokter lain, terutama spesialis anak, ia perlukan agar merasa lebih yakin akan kepastian diagnosis penyakit dan tumbuh kembang buah hatinya. “Anya pun mendapatkan imunisasi dari dokter lain, bukan saya,” akunya. Ya, dokter umum ini memilih menekuni praktik sebagai dokter kecantikan di sebuah klinik kecantikan di Jakarta.

Selebihnya, ia menikmati kegiatan menjadi host atau pembicara di berbagai kesempatan. Reisa ingin Anya suka membaca. “Bukunya dari kain atau plastik, bisa dipegang, diraba, diremss, dibunyikan,” kata Reisa. “Dia memang belum paham, tapi yang penting sudah dikenalkan.” “Ayo, kita cuci tangan!” ajak Reisa kepada Anya sehabis bermain. “Dengan menjaga kebersihan, hidup akan lebih sehat.” Kesibukan membuat Reisa harus sigap mempersiapkan ASI perah untuk Anya. “Dua sampai empat jam sekali saya pompa. Alhamdulillah, lancar,” kata Reisa.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *